Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur.

Balikpapan, Petrominer – Pembangunan megaproyek kilang nasional yang sedang dijalankan PT Pertamina (Persero) diyakini memberikan sederet manfaat yang besar. Selain jadi pendorong pertumbuhan industri dalam negeri, kehadiran kilang ini juga bermanfaat bagi penyerapan tenaga kerja dan penguatan keuangan negara.

Menurut Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Talullembang, pembangunan dan modernisasi kilang nasional akan menggairahkan industri dalam negeri. Hal ini tentunya sejalan dengan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai 35 persen.

“Inilah peluang bagi industri dalam negeri untuk bermitra dan bersinergi dengan Pertamina, bersama-sama menyukseskan megaproyek pembangunan dan pengembangan kilang,” ujar Ignatius, Jum’at (8/11)

Dia menegaskan bahwa pembangunan kilang adalah mimpi besar sebagai sebuah negara, karena akan menjadi sebuah energi besar untuk menggerakkan industri nasional. Belajar dari pengalaman, pembangunan kilang dampaknya sangat signifikan dalam membangun sebuah kota industri dan perdagangan dengan pesat.

“Kota-kota yang dibangun kilang ekonominya akan tumbuh dengan cepat. Selain itu, industri besar maupun kecil juga tumbuh signifikan. Pembangunan kilang juga akan menjadi simpul-simpul pertumbuhan ekonomi baru, karena sudah menjadi hukum ekonomi, di mana ada sumber energi di situ industri tumbuh,” papar Ignatius.

Pembangunan kilang juga akan membuka lapangan pekerjaan yang besar. Tercatat lapangan kerja akan tercipta untuk 172 ribu orang, baik secara langsung maupun tidak langsung, sejak pekerjaan proyek sampai operasional berjalannya kilang.

“Dengan terbukanya lapangan pekerjaan masyarakat akan mendapatkan sumber penghasilan sehingga daya beli meningkat yang pada gilirannya akan mendorong kehidupan masyarakat yang sejahtera,” tegasnya.

Sejalan dengan proyek pembangunan kilang, Pertamina turut membantu menyiapkan SDM di lokasi pembangunan. Dengan begitu, SDM lokal memiliki keahlian dan keterampilan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

“Sesuai dengan kebijakan Pemerintah, Pertamina akan memprioritaskan tenaga kerja lokal sesuai dengan kompetensinya. Masyarakat di wilayah operasi, harapannya bisa sama-sama maju dan berkembang bersama Pertamina,” jelas Ignatius.

Dari sisi pendapatan negara, pembangunan kilang juga akan memberikan dampak signifikan bagi keuangan negara. Cadangan devisa akan meningkat hingga US$ 12 miliar per tahun dan penerimaan pajak diprediksi bisa mencapai US$ 109 miliar.

“Selama ini, Pertamina tercatat sebagai kontributor tertinggi bagi keuangan negara melalui pajak, dividen dan signature bonus serta pemasukan lainnya. Inilah salah satu dedikasi Pertamina sebagai perusahaan negara dalam mendukung keuangan negara yang sehat,” ujar Ignatius.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here