Jakarta, Petrominer – Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto, menyebutkan Ditjen Migas mendapatkan pagu sebesar Rp 4,115 triliun untuk tahun anggaran 2020. Di mana sebesar 92 persen dari anggaran tersebut dialokasikan untuk aktivitas yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar anggaran Ditjen Migas digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ujar Djoko dalam konferensi pers tentang capaian kinerja tahun 2019 dan rencana kerja tahun 2020 di kantor Ditjen Migas, Selasa (14/1).
Pembangunan infrastruktu yang sudah direncanakan, jelasnya, adalah pembangunan jaringan gas rumah tangga sebanyak 266.070 sambungan (SR) di 49 lokasi. Ada juga pembagian konverter kit BBM ke BBG untuk nelayan dan petani sebanyak 50.000 paket, konversi minyak tanah ke LPG 3 kg sebanyak 522.616 paket serta layanan infrastruktur dan studi KPBU 9 layanan.
“Sepanjang tahun 2020, Pemerintah juga akan meningkatkan pemanfaatan gas dalam negeri lebih dari 64 persen. Pemerintah berahrap industri dalam negeri memperoleh harga gas yang sesuai dan juga dapat lebih efisien seperti industri di negara-negara lain yang membeli gas dari Indonesia,” jelas Djoko.
Mandatori B30, yang mulai dilaksanakan 1 Januari 2020, rencananya akan dilakukan pencampuran FAME 9,59 juta KL. Program ini berpotensi menghemat smapai US$ 4,56 miliar.
Untuk hulu migas, Pemerintah akan menawarkan 12 wilayah kerja migas, yang terdiri dari 10 WK migas konvensional dan 2 WK migas non konvensional. Rencana lainnya adalah lifting migas 755 MBOPD dan lifting gas bumi 1.191 MBOEPD.









Tinggalkan Balasan