
Jakarta, Petrominer – PT United Tractors Tbk. (UT) terus berupaya mendukung target Astra Net Zero Emissions (NZE) Scope 1 & 2 pada tahun 2050. Anak usaha dari PT Astra International Tbk. ini secara aktif mengelola konsumsi energi, menekan emisi gas rumah kaca (GRK), dan mengadopsi solusi energi bersih serta efisiensi operasional di seluruh lini bisnis.
Menurut Head of Corporate Governance and Sustainability Division UT, Sara K. Loebis, pemanfaatan energi merupakan aspek krusial dalam operasional UT. Mulai dari kebutuhan penerangan, pengatur udara, hingga operasional gedung dan peralatan kerja. Energi diperoleh dari jaringan listrik (grid) maupun generator, terutama di lokasi yang belum terjangkau jaringan PLN.
Berikut berbagai inisiatif pengelolaan energi dan dekarbonisasi yang diimplementasikan UT:
Fuel Switch ke Biodiesel B35. UT menggunakan bahan bakar biodiesel B35 yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mendorong penggunaan energi terbarukan di sektor industri.
Pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC). Sejak tahun 2022, UT menjalin kerja sama dengan PT PLN (Persero) dalam penggunaan energi bersih. Pada tahun 2024, UT menerima 28 REC dari sumber energi terbarukan seperti PLTA Ulubelu, PLTA Bakaru, dan PLTP Lahendong, yang berkontribusi terhadap pengurangan emisi GRK sebesar 12.596 ton CO₂e.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Solar PV). Melalui anak usaha PT Energia Prima Nusantara (EPN), UT telah memasang rooftop solar PV di sejumlah gedung operasional. Pada tahun 2024, inisiatif ini menghasilkan 3.707,60 MWh listrik terbarukan, yang secara signifikan mengurangi ketergantungan terhadap listrik berbasis fosil maupun generator diesel di area kerja terpencil.
Green Building di Kantor Pusat. UT menerapkan prinsip bangunan hijau melalui optimalisasi pencahayaan alami, penggunaan lampu LED, sistem Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) hemat energi, serta pemantauan konsumsi listrik berbasis teknologi Internet of Things (IoT).
Elektrifikasi dan Efisiensi Operasional. Perusahaan melakukan pelatihan operator, penggunaan alat berat hemat energi, serta pemanfaatan dashboard big data, termasuk fitur intelligence availability dan intelligence operational untuk memantau dan meningkatkan efisiensi energi secara real-time.
“Sebagai bagian dari Aspirasi Keberlanjutan 2030, UT telah menetapkan target pengurangan emisi GRK sebesar 30 persen dan peningkatan bauran energi terbarukan hingga 22 persen di tahun 2030. Sepanjang tahun 2024, UT mencatat total emisi sebesar 3.939.808,32 ton CO₂e,” ungkap Sara, Kamis (8/5).


























