PGN tengah mengintensifkan realisasi investasi untuk memenuhi kebutuhan gas bumi bagi pembangkit listrik.

Jakarta, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai subholding gas yang mengelola dan mengoperasikan layanan gas bumi, terus fokus dalam pengembangan infrastruktur gas bumi di seluruh Indonesia. Di tengah pandemi Covid-19, PGN tetap melaksanakan pengembangan infrastruktur dan layanan gas bumi, sehingga jumlah pelanggan saat ini mencapai lebih dari 405.000 pelanggan.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, menyatakan bahwa PGN memiliki motivasi yang tinggi untuk dapat berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi domestik dan membangun infrastruktur gas bumi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian nasional yang saat ini terdampak oleh kondisi global.

“Infrastruktur gas adalah kunci bagi optimalisasi pemanfaatan gas bumi yang berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak wilayah dan pasar. Proyek strategis yang tengah dibangun, nantinya diharapkan dapat memperkuat peran subholding gas dalam melayani kebutuhan gas bumi seluruh sektor dan mewujudkan bauran energi nasional,” ujar Rachmat dalam Public Expose secara daring (virtual) bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jum’at (28/8).

Saat ini, PGN sedang menyelesaikan sejumlah infrastruktur baru untuk memperluas penggunaan gas bumi dan mendorong bauran energi domestik dengan tetap menjalankan kegiatan operasi yang efisien. Di antaranya melalui anak usahanya, PT Pertamina Gas (Pertagas), PGN melaksanakan pembangunan Pipa Minyak Rokan sepanjang 367 km di koridor Minas-Duri–Dumai dan Koridor Balam-Bangko-Dumai di blok migas Rokan, Riau.

“Kami targetkan, pipa ini akan komersial pada akhir 2021 yang akan menyalurkan minyak rata-rata sekitar 265.000 barel minyak per hari. Selain itu, umur ekonomis proyek ini sekitar 20 tahun,” ungkapnya.

Kehadiran jaringan pipa minyak berukuran 4-24 inchi ini dapat memperkuat portofolio dan meningkatkan pendapatan transportasi migas PGN. Selain itu, infrastruktur itu juga mampu meningkatkan lifting dari blok Rokan yang merupakan salah satu blok minyak terbesar di Indonesia, serta mendorong tingkat efisiensi biaya pelaksanaan proyek strategis nasional.

Lebih lanjut, Rachmat menjelaskan bahwa jalur utara melalui koridor Balam-Bangko-Dumai dan koridor Duri-Dumai ditargetkan onstream pada triwula III-2021. Sedangkan pada jalur selatan melalui koridor Minas-Duri akan onstream pada awal tahun 2022.

Selanjutnya, PGN juga melaksanakan proyek gasifikasi kilang Pertamina yang saat ini menggunakan BBM maupun LPG, dengan total volume penyaluran potensial sekitar 90 BBTUD (Billion British Thermal Unit per Day) atau setara dengan 16,4 ribu BOEPD (Barrel Oil Eqivalent Per Day). Terdiri dari lima lokasi kilang, yaitu program RDMP Balongan, RDMP Balikpapan, RDMP Cilacap, Kilang TPPI, dan GRR Tuban.

“Optimalisasi penyaluran pasokan gas ke kilang Pertamina dapat meningkatkan nilai keekonomian dan untuk mencapai efisiensi energi kilang,” jelasnya.

PGN menggelar Public Expose secara daring (virtual) bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jum’at (28/8).

Prioritas PGN

Menurut Rachmat, pembangunan berbagai infrastruktur gas bumi menjadi prioritas PGN, mengingat semakin besarnya kebutuhan energi yang lebih efisien di berbagai wilayah. Targetnya adalah wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau gas bumi dan memiliki potensi ekonomi yang baik untuk pengembangan sektor kelistrikan, industri, dan rumah tangga.

Dalam rangka membantu pemerintah dalam peningkatan pemanfaatan gas bumi di sektor pembangkit yang akan meningkatkan efisiensi produksi listrik, PGN tengah melaksanakan proyek regasifikasi LNG untuk 56 pembangkit listrik PLN dengan estimasi kapasitas pembangkit sebesar ±1,8 GW.

“Saat ini, kami masih melakukan koordinasi lebih lanjut dengan PLN khususnya terkait kepastian demand gas,” ungkapnya.

Selanjutnya, melalui penugasan dari pemerintah, PGN membangun jaringan gas rumah tangga (jargas) dengan dana APBN 2020 sebanyak 127.864 SRT (sambungan rumah tangga). Tentunya, program ini ditujukan untuk mewujudkan pemerataan manfaat gas bumi sebagai bahan bakar yang aman, ramah lingkungan dan efisien serta dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pada pembangunan jargas telah dilakukan penyesuaian, karena adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah, dari semula 266.070 SRT terbagi menjadi 127.864 SRT tahun 2020, dan 138.206 SRT tahun 2021. Sedangkan jargas dengan swadana PGN tahun 2020 ini akan dibangun sebanyak 50.000 SRT,” jelas Rachmat.

Progres pembangunan jargas tengah dilaksanakan di 24 kabupaten/kota. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi tingginya proporsi subsidi impor gas pemerintah dan memiliki potensi ± 10 BBTUD.

Pada triwulan I-2020, PGN berhasil mempertahankan penyaluran gas bumi sebesar 882 BBTUD dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 880 BBTUD dan penyaluran transmisi gas sebesar 1.342 MMSCFD dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1.283 MMSCFD. Pengangkutan gas melalui pipa transmisi Pertagas berkontribusi utama pada peningkatan volume transmisi.

PGN juga membukukan pendapatan sebesar US$ 874 juta pada triwulan I-2020. Pendapatan emiten berkode PGAS tersebut terutama diperoleh dari hasil penjualan gas sebesar US$ 693 juta, penjualan minyak dan gas US$ 76 juta, transmisi gas dan minyak US$ 70 juta dan pendapatan usaha lainnya US$ 34 juta.

Pada periode sama, PGN mencatatkan laba operasi sebesar US$ 172 juta dan laba bersih yang distribusikan ke entitas induk sebesar US$ 48 juta. Adapun EBITDA perseroan mencapai US$ 260 juta.

“Pencapaian laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk pada triwulan I-2020 ini sangat dipengaruhi faktor melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat pada akhir Maret 2020,” jelas Rachmat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here