Salah satu aset migas di luar negeri yang dikelola Pertamina Internasional EP (PIEP), yang merupakan Regional 5 Subholding Upstream Pertamina.

Jakarta, Petrominer – Subholding Upstream Pertamina mencatat capaian positif produksi migas pada Triwulan I Tahun 2021. Total capaian produksi migas mencapai 861 ribu barrel oil equivalent per day (BOEPD), atau lebih tinggi 2 persen dari target TWI RKAP Tahun 2021 sebesar 848 ribu BOEPD.

CEO Subholding Upstream Pertamina, Budiman Parhusip, menjelaskan bahwa capaian tersebut diperoleh dari seluruh lapangan migas yang berada di dalam portofolio Subholding Upstream, baik internasional maupun domestik. Lapangan-lapangan migas itu dikelolah oleh PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina EP, PT Pertamina EP Cepu, PT Pertamina Hulu Indonesia dan PT Pertamina Internasional EP serta beberapa perusahaan lainnya.

“Capaian ini sebanyak 147 ribu BOEPD dari lapangan Internasional dan 713 ribu BOEPD dari domestik. Kami bersyukur untuk Triwulan I Tahun 2021, kami bisa menahan laju penurunan produksi alamiah di mayoritas lapangan kami,” ujar CEO Subholding Upstream Pertamina, Budiman Parhusip, Jum’at (30/4).

Untuk produksi gas domestik, Subholding Upstream Pertamina mencapai 2.405 million cubic feet per day (MMCFD). Capaian ini 104 persen dari target produksi TWI RKAP 2021 sebesar 2.318 MMCFD. Sedangkan untuk penyalurannya atau lifting gas, sebesar 1.914 MMCFD.

Produksi minyak domestik juga memberikan kontribusi signifikan. Sampai dengan Maret 2021, produksi minyak domestik mencapai 298 ribu BOPD dengan lifting mencapai 290 ribu BOPD.

Sementara produksi minyak dari lapangan di luar negeri sampai dengan Maret 2021 adalah 97 ribu BOPD atau 106 persen dari target YTD RKAP 2021. Produksi gas sebesar 291 MMCFD.

Untuk mempertahankan laju produksi dan menambah cadangan migas, Subholding Upstream Pertamina juga terus melakukan kegiatan eksplorasi. Sampai dengan TWI 2021, realisasi seismik 2D telah mencapai 1.647 km atau 133 persen dari yang ditargetkan, sedangkan seismik 3D telah mencapai 198 km2.

Untuk kegiatan pemboran, telah diselesaikan 1 pemboran sumur eksplorasi dari 4 yang dikerjakan, dan 46 sumur pengembangan dari 66 sumur yang dikerjakan. Sedangkan untuk kegiatan work over telah dilaksanakan 124 kegiatan atau 113 persen dari yang ditargetkan dan kegiatan well intervention mencapai 2.334 kegiatan atau 101 persen dari target 2.301 kegiatan.

Menurut Budiman, perubahan organisasi di Pertamina khususnya di hulu menjadi Subholding Upstream telah menjadikan kegiatan hulu migas di Pertamina menjadi lebih adaptif, lincah dan efisien. Melalui Subholding Upstream, sinergi seluruh wilayah kerja melalui regionalisasi dapat meningkatkan operational excellence, mempercepat proses pengembangan bisnis serta proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan agile karena berkurangnya proses birokrasi.

Subholding Upstream Pertamina akan terus berupaya melakukan kinerja yang optimal dengan berupaya menjaga produksi dan lifting serta melanjutkan kegiatan eksplorasi, pengembangan dan inovasi-inovasi di seluruh perusahaan hulu untuk mencapai target di tahun 2021 ini,” tegasnya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here