
Lombok Tengah, Petrominer – Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tak hanya menyuguhkan persaingan di lintasan balap. Melalui Enduro Mandalika Experience 2026, Pertamina Lubricants menghadirkan pengalaman yang lebih luas bagi pengunjung. Mulai dari menjelajahi perjalanan Pertamina Enduro VR46 Racing Team melalui galeri interaktif, mengenal kekayaan budaya Lombok, hingga berburu memorabilia pembalap dalam lelang amal.
Bersama PT Pertamina (Persero), Pertamina Lubricants menghadirkan Pertamina MotoGP Experience Gallery sebagai ruang bagi penggemar untuk mengenal lebih dekat perjalanan Pertamina Enduro VR46 Racing Team dan kiprah Pertamina di dunia motorsport. Galeri ini tidak hanya menampilkan memorabilia balap, tetapi juga menghadirkan pengalaman interaktif yang membawa pengunjung lebih dekat dengan dunia balap profesional.
Menariknya, galeri tersebut juga memadukan semangat motorsport dengan kekayaan budaya lokal. Bekerja sama dengan Museum Negeri NTB, Pertamina Lubricants menampilkan berbagai artefak budaya Lombok, mulai dari lukisan, wayang, hingga kain tenun. Seluruh elemen dikurasi dalam tema Speed, Energy and Connection, yang menghubungkan kecepatan di lintasan, energi dalam dunia balap, dan kedekatan dengan identitas budaya setempat.
Daya tarik lainnya adalah lelang memorabilia pembalap melalui program Humanity for Racing 2026. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada kolektor dan penggemar otomotif untuk memiliki barang-barang autentik yang berkaitan dengan Pertamina Enduro VR46 Racing Team, sekaligus berkontribusi dalam kegiatan sosial. Seluruh hasil lelang akan didonasikan untuk mendukung program sosial ITDC dan MGPA.
Sebanyak 10 memorabilia disiapkan dalam lelang tersebut. Barang-barang yang ditawarkan antara lain sepatu balap Franco Morbidelli, visor Fabio Di Giannantonio, knee pad, teamwear bertema Garuda, serta topi bertema Garuda yang telah ditandatangani pembalap. Bagi penggemar, memorabilia ini bukan sekadar koleksi, melainkan juga bagian dari pengalaman mengikuti perjalanan tim balap yang mereka dukung.
Enduro Mandalika Experience 2026 juga menghadirkan pengalaman khusus bagi generasi muda. Tiga siswa SMK pemenang kategori mekanik dalam Enduro Skill Contest (ESC) 2026 mendapat kesempatan mengunjungi paddock Pertamina Enduro VR46 Racing Team. Di sana, mereka dapat melihat lebih dekat lingkungan kerja tim balap profesional sekaligus belajar mengenai praktik dan standar kerja di dunia motorsport.
Ketiga siswa tersebut merupakan pemenang kompetisi nasional bagi siswa SMK binaan Pertamina Lubricants yang berlangsung di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung pada 30 September–1 Oktober 2026. Kesempatan belajar langsung di ajang balap internasional ini menjadi bagian dari upaya menghubungkan keterampilan yang dipelajari di sekolah dengan kebutuhan dan praktik industri otomotif profesional.
“Kami percaya bahwa pengembangan kompetensi generasi muda merupakan bagian penting dalam mendorong kemajuan industri otomotif Indonesia. Melalui Enduro Skill Contest 2026 kategori mekanik, kami memberikan kesempatan kepada para pemenang di tingkat nasional untuk belajar langsung di ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Kami berharap pengalaman ini dapat memperluas wawasan siswa tentang perkembangan otomotif global dan menginspirasi mereka untuk terus mengembangkan kompetensi serta mengejar cita-cita,” ujar Corporate Secretary Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi, Sabtu (10/10).

Melalui Enduro Mandalika Experience 2026, Pertamina Lubricants berupaya menghadirkan lebih dari sekadar aktivitas pendukung balapan. Galeri interaktif membuka ruang bagi penggemar untuk mengenal dunia motorsport, lelang memorabilia menghubungkan kecintaan terhadap balap dengan aksi sosial, sementara kunjungan siswa SMK ke paddock memberi kesempatan bagi talenta muda untuk belajar langsung dari industri.
Perpaduan motorsport, pelestarian budaya lokal, kepedulian sosial, dan pengembangan talenta muda tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat hubungan antara Pertamina Enduro, penggemar balap, masyarakat, dan masa depan industri otomotif Indonesia.








Tinggalkan Balasan