Jakarta, Petrominer – Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap seluruh sektor, terutama penurunan perekonomian dalam negeri. Oleh karena itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai bagian dari Holding Migas Pertamina dan perannya sebagai sub holding gas, berkomitmen untuk ikut andil dalam upaya pemulihan perekonomian nasional.

Demikian disampaikan oleh Direktur Komersial PGN, Faris Aziz dalam diskusi publik yang diselenggarakan Majelis Nasional KAHMI bertema Peran BUMN Sektor Energi Dan Pertambangan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Akibat Pandemi Covid-19, Selasa (28/7).

Menurut Faris, PGN sebagai sub holding gas terus berupaya dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Meksi tak bisa dipungkiri, Covid-19 mempengaruhi supply chain gas bumi domestik. PGN dan sebagian besar industri pengguna gas pun terdampak signifikan, baik secara kinerja dan finansial perusahaan.

“PGN merasakannya. Kondisi demand mengalami penurunan di seluruh sektor pelanggan, khususnya pelanggan industri. Kemudian juga terjadi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap US dolar yang berdampak pada harga migas,” ungkapnya.

Faris menjelaskan bahwa bisnis migas adalah bisnis padat modal. PGN sebagai badan usaha di midstream, memerlukan keberlanjutan jangka panjang terhadap bisnis ini. Oleh karena itu, PGN tentu harus bisa mengelola take or pay dari pemasok hulu, sementara demand di hilir cenderung mengalami penurunan.

“Demand mengalami penurunan yang cukup tajam, khususnya di bulan April dan Mei 2020, yaitu sekitar 15 persen, sehingga PGN harus bisa menata kembali pengelolaan bisnis dan memastikan kehandalan infrastruktur yang ada,” tegasnya.

Meski sempat mengalami penurunan demand, supply gas untuk sektor industri pada Juni 2020 sudah mulai meningkat. Pada periode Januari-Pebruari 2020, sebetulnya sudah lebih baik dari tahun 2019. Namun mulai Maret 2020, kondisi Covid-19 sudah mulai menimbulkan dampak sehingga supply PGN menurun.

“Mudah-mudahan puncaknya hanya di bulan Mei 2020 dan sudah ada trend yang semakin baik seiring dengan upaya pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional melalui Program Ekonomi Nasional (PEN). Hal ini memberikan rasa optimisme bagi PGN, sehingga sektor industri mulai menggeliat kembali. Rata-rata Januari-Juni 2020, supply gas bumi ke PGN sebesar 735 BBTUD,” jelasnya.

Direktur Keuangan PGN, Faris Azis, saat tampil dalam diskusi publik tentang Peran BUMN Sektor Energi dan Pertambangan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Akibat Pandemi Covid-19yang digelar secara virtual oleh Majelis Nasional KAHMI, Selasa (28/7).

Program PGN

Dalam kesempatan itu, Faris menjelaskan program-program yang dilaksanakan PGN sebagai BUMN untuk memberikan andil dan dukungan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Pertama, implementasi Keputusan Menteri ESDM 13/2020 yaitu regasifikasi dan konversi PLTMD milik PLN di 52 lokasi dalam beberapa tahun ke depan. Tugas PGN secara khusus adalah mempercepat pelaksanaan melalui Quick Win di tiga lokasi utama, yaitu PLTMD Nias, Tanjung Selor dan Sorong.

“PGN dan PLN harus bisa mengakselerasi proyek ini, sehingga didapatkan sumber energi yang bisa dinikmati di wilayah-wilayah tersebut dengan harga yang bersaing. Ke depan, akan lebih banyak lagi pembangunan apabila Kepmen ESDM ini dapat terwujud, khususnya di wilayah Indonesia Tengah, Tenggara, dan Timur,” ujar Faris.

Berikutnya, PGN berupaya memasok lebih banyak gas sebagai energi untuk pembangkit di refinery Pertamina melalui gasifikasi Kilang Pertamina. Potensi demand akan diupayakan sesegera mungkin, sehingga refinery Pertamina bisa lebih efisien dalam mengelola kegiatan bisnisnya. Ada dua proyek utama yaitu tambahan pasokan di Kilang Refinery Unit VI Balongan dan Refinery IV Cilacap.

“Seiring dengan adanya RDMP Kilang Pertamina, terutama di Balikpapan, kami sudah melakukan persiapan untuk bisa memastikan ketersediaan tambahan pasokan, termasuk kerja sama dengan pemasoknya dari Pertamina Hulu Mahakam,” jelasnya.

Pada sisi pembangunan infrastruktur, diakui tidak mudah melaksanakannya di era Covid-19 ini. Namun ada beberapa proyek infrastruktur yang memang sudah berjalan sebelum pandemi dan secara konsisten akan diselesaikan oleh PGN, diantaraya pembangunan jaringan pipa transmisi Gresik-Semarang. Selain itu, PGN akan mencoba menyederhanakan pola supply dan melakukan integrasi jaringan pipa dari Sumatra ke Jawa dengan menyambungkan pipa SSWJ (South Sumatera West Java) dengan pipa WJA (West Java Area).

“Kami melihat ini sebagai potensi yang bagus untuk menekan biaya operasi PGN dengan menyambungkan dua jaringan pipa besar ini. Dengan begitu, gas dari Sumatra akan lebih mudah disalurkan ke Jawa. Di Jawa bagian barat, potensi demandnya besar sehingga koneksi pipa ini juga akan memudahkan pelanggan industri mendapatkan gas dengan harga yang kompetitif,” jelas Faris.

Berikutnya adalah program strategis jaringan rumah tangga (Jargas) yang akan dilaksanakan oleh PGN melalui program mandiri maupun APBN. Pemerintah menargetkan sekitar 4 juta sambungan gas rumah tangga dalam beberapa tahun ke depan.

“Salah satunya akan dilaksanakan oleh PGN dan subsidiary, sehingga rumah tangga dan pengusaha kecil bisa mendapatkan energi yang murah, yang juga bisa menekan subsidi impor gas pemerintah,” ujar Faris.

Andil PGN berikutnya adalah menjalankan penugasan dari pemerintah untuk penyediaan gas dengan harga khusus sebesar US$ 6 per MMBTU untuk Pelanggan Industri Tertentu (Kepmen ESDM 89K/2020) dan Pembangkit Listrik PLN (Kepmen ESDM 91K/2020). Di sini, sebagian besar pelanggan industri telah menikmati harga tersebut.

“Semangat dari Kepmen ESDM ini, dengan adanya harga gas yang lebih murah, maka sektor industri harus bisa tumbuh sebagai penggerak ekonomi nasional. PGN turut andil mendukung program ini, dan mudah-mudahan dalam beberapa waktu ke depan industri tumbuh sehingga ada peningkatan penyerapan gas. Hal ini akan baik bagi PGN sendiri maupun industri penerima manfaat,” ungkap Faris.

“Berdasarkan perhitungan PGN, penyerapan gas periode Juli-Desember 2020 bisa mencapai 240 BBTUD. Ini adalah optimisme analisa PGN, mudah-mudahan bisa terwujud,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here