Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) PLN dengan pelanggan Industri terkait penyediaan energi listrik di Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat disaksikan oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir (paling kanan), Direktur Bisnis Regional Sulawesi PLN Syamsul Huda (tiga dari kiri), dan General Manager PLN Wilayah Sulserabar Bambang Yusuf (paling kiri) di Jakarta, Senin (23/7).

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan 13 industri terkait penyediaan energi listrik di Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat. Para industri tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai smelter, kawasan industri, kawasan perumahan, hingga pengolahan LNG.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan dalam acara bertajuk “Welcome to Celebes”, Senin (23/7). Selain ke-13 investor tersebut, PLN juga akan segera menandatangani MoU dengan lima investor lainnya. Sehingga total akan ada tambahan 18 pelanggan premium baru.

“Ini menjadi bukti bahwa PLN siap memberikan solusi kelistrikan untuk para pelanggan dan calon pelanggan. Dari 18 investor ini, total listrik yang dapat diserap mencapai 2.029 MVA,” ujar Direktur Bisnis Regional Sulawesi PLN, Syamsul Huda.

Kerja sama antara PLN dan sektor industri ini diharapkan dapat menciptakan multiplier effect, di mana terdapat peningkatan penyerapan tenaga kerja dan mendorong roda perekonomian di Sulawesi khususnya dan Indonesia secara umum.

Berikut 13 investor dari Sulawesi yang menandatangani perjanjian transaksi listrik:

  1. Energize 40 MVA untuk PT Huadi Nickel Alloy Indonesia
  2. Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) 350 MVA untuk PT Ceria Nugraha Indotama
  3. MoU (Memorandum of Understanding (MoU) untuk kebutuhan 37 MVA PT Sinergi Mutiara Cemerlang
  4. MoU untuk kebutuhan 35 MVA KIMA Maros
  5. MoU untuk kebutuhan 45 MVA Center Point of Indonesia
  6. MoU untuk kebutuhan 35 MVA South Sulawesi LNG
  7. MoU untuk kebutuhan 73 MVA FKS Land
  8. MoU untuk kebutuhan 770 MVA Kawasan Industri Bantaeng
  9. MoU untuk kebutuhan 44 MVA PT Macika Mineral Industri
  10. MoU untuk kebutuhan 100 MVA PT And & Fang Brothers
  11. MoU untuk kebutuhan 45 MVA PT Banyan Tumbuh Lestari
  12. MoU untuk kebutuhan 7 MVA PT Pani Bersama Tambang
  13. MoU untuk kebutuhan 75 MVA PT Gorontalo Minerals

Adapun untuk 5 investor lainnya yang akan segera menindaklanjuti penandatanganan MoU dengan PLN pada tahap kedua adalah sebagai berikut:

  1. PT Sarana Mineralindo untuk kebutuhan 70 MVA
  2. PT PBI (Mineral Bumi Nusantara) untuk kebutuhan 150 MVA
  3. PT Gorontalo Sejahtera Mining untuk kebutuhan 15 MVA
  4. PT Arafura Surya Alam untuk kebutuhan 31 MVA
  5. Kawasan Ekonomi Khusus Bitung untuk kebutuhan 85 MVA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here