, , ,

Industri Migas Dorong Pertumbuhan Pasar Drone

Posted by

Jakarta, Petrominer – Pasar drone global bakal tumbuh menjadi US$ 89,6 miliar pada tahun 2030, dari US$ 13,7 miliar tahun 2021. Sementara pangsa pasar drone komersial akan meningkat dari 34 persen menjadi 64 persen. Pertumbuhan tersebut diyakini kian pesat karena adanya pemakaian yang signifikan di industri minyak dan gas (migas).

Laporan terbaru GlobalData, yang bertitel “Drones in Oil & Gas,” mengungkapkan bahwa perubahan peraturan baru-baru ini di seluruh pasar utama telah meningkatkan ruang lingkup penyebaran drone di industri migas. Kebijakan terbaru US Federal Aviation Administration (FAA) yang dikeluarkan Maret 2022 tentang drone Beyond Visual Line of Sight (BVLOS) diperkirakan bakal memberi banyak keuntungan bagi produsen drone serta industri penggunanya di Amerika Serikat. Ini mungkin memberikan dorongan untuk pengembangan teknologi, terutama drone BVLOS.

Drone telah diterbangkan secara konvensional dalam visual line of sight (VLOS) di lokasi industri, di mana drone terlihat oleh operator lapangan. Sementara drone BVLOS menawarkan cakupan lebih luas dengan memperluas jangkauan di luar visibilitas operator. Sebelumnya, kemampuan BVLOS dari drone jarang digunakan untuk penggunaan komersial karena skeptisisme peraturan terhadap potensi serangan,” ungkap Analis Migas GlobalData, Ravindra Puranik, Jum’at (8/10).

Di industri migas, drone dikerahkan untuk berbagai aplikasi, termasuk inspeksi anjungan lepas pantai, peralatan kilang, deteksi kebocoran di aset midstream, tanggap darurat, dan penanganan material.

“Dalam dekade terakhir, industri migas secara tentatif bereksperimen dengan pemanfaatan drone untuk memantau peralatan lapangan yang tersebar di area yang cakupannya luas. Industri ini kemudian mulai berkolaborasi dengan produsen drone untuk mengembangkan perangkat yang cocok untuk pemanfaatan khusus. Seiring waktu, kasus penggunaan drone yang lebih baru telah diidentifikasi dan diimplementasikan, seperti pengelolaan gas metana,” ujar Puranik.

Sensor gambar atau kamera dengan kemampuan visual (RGB), inframerah (IR), dan lidar (deteksi dan jangkauan cahaya) menawarkan kemampuan pengumpulan data yang lebih canggih dari drone. Selain itu, detektor gas yang dipasang pada drone memungkinkan untuk mengumpulkan titik data terkait emisi.

“Kemajuan dalam pencitraan, penginderaan, dan transmisi data berbasis drone telah membantu industri migas untuk merancang kasus penggunaan drone yang lebih baru. Peran drone dalam inspeksi telah berkembang dari sekedar menangkap gambar/video RGB hingga menggunakan teknologi inframerah dan laser untuk merekam karakteristik korosi, pelapukan, dan jarak dari aset yang sedang dipertimbangkan,” ujar Puranik menyimpulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *