Pekerja sedang melakukan proses pemurnian di Smelter Feronikel milik ANTAM di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. (Petrominer/Sony)

Jakarta, Petrominer – Pemerintah terus mendorong pembangunan fasilitas pengolahan pemurnian mineral (smelter). Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai tambah hasil mineral. Sejak kebijakan hilirisasi tambang tersebut berlaku tahun 2014, sudah ada 27 smelter yang dibangun dan beroperasi di Indonesia.

“Sebagian dari jumlah tersebut sudah beroperasi seutuhnya,” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Ariyono, saat memaparkan capaian kinerja subsektor minerba tahun 2018, Rabu (9/1).

Menurut Bambang, saat ini smelter nikel merupakan yang terbanyak dengan jenis produk seperti fero nikel, nikel matte, dan nikel pig iron. Berikutnya adalah smelter bauksit, besi, tembaga dan seng.

“Memang yang paling maju nikel, yang nomor dua ada potensi bauksit, besi, tembaga, timbal, seng masih kecil-kecil, zirkon tidak begitu besar, mangaan kecil-kecil,” jelasnya.

Smelter nikel tersebut tersebar di berbagai daerah di Indonesia, yang terbesar saat ini adalah smelter milik PT Vale Indonesia di Sorowaku, Sulawesi Tengah. Kapasitas input smelter ini mencapai 8.000.000 ton per year (tpy), yang menghasilkan nikel matte 80.000 tpy.

Disusul oleh smelter milik Indonesia Guang Ching Nikel and Stainless Steel yang terdapat di Morowalu Sulawesi Tengah. Smelter tersebut berkapasitas 7.500.000 tpy.

Pada tahun 2018, ada dua smelter yang dibangun. Jumlah ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Smelter tersebut dibangun oleh PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Bintang Smelter Indonesia.

“Pada tahun 2018, bertambah dua smelter yang dibangun oleh PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Bintang Smelter Indonesia. Sehingga, total smelter yang telah beroperasi di Indonesia mencapai 27 smelter,” jelas Bambang.

Ditjen Minerba juga mencatat, produksi mineral tertinggi pada tahun 2018 adalah produk olahan nikel yang mencapai 744.751 ton, disusul perak 285.290 ton, dan katoda tembaga 233.099 ton.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here