Fachry Latief
Terminal BBM Jakarta Group Plumpang milik PT Pertamina (Persero). (Petrominer/ Fachry Latief)

Jakarta, Petrominer — Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik per 1 Juli 2017 nanti. Penetapan tersebut dengan memperhitungkan perkembangan harga minyak, rata-rata harga indeks pasar dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dengan kurs beli Bank Indonesia.

Kepastian itu didasarkan pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 2304 K/12/MEM/2017 Tentang Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan. Demikian disampaikan Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama, Kementerian ESDM, Sujatmiko, dalam siaran pers, Sabtu (24/6).

Sujatmiko menjelaskan, setelah mencermati berbagai aspek, seperti perkembangan rata-rata harga minyak dunia, dan dalam rangka menjaga kestabilan sosial ekonomi, pengelolaan harga dan logistik serta untuk menjamin penyediaan BBM nasional, Pemerintah memutuskan tidak mengadakan perubahan harga jual eceran jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan untuk periode 1 Juli – 30 September 2017.

Karena itu, terhitung mulai tanggal 1 Juli 2017 pukul 00.00 WIB, harga BBM bersubsidi per liter sebagai berikut:

  • Minyak Tanah Rp 2.500
  • Minyak Solar Rp 5.150 (termasuk Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor)
  • Bensin Premium RON 88 Rp 6.450 (termasuk Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor)

Selanjutnya, ketentuan harga BBM Premium untuk wilayah distribusi Jawa-Madura-Bali ditetapkan oleh PT Pertamina (Persero) dengan tetap berpedoman kepada kebijakan Pemerintah dan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here