Pelatakan batu pertama pembangunan Gardu Induk Ulee Kareng di Bakov, Aceh Besar, oleh Gubernuh Aceh, Irwandi Yusuf.

Banda Aceh, Petrominer – Persoalan krisis listrik di Propinsi Aceh tidak lama lagi bakal teratasi. PT PLN (Persero) terus membangun infrastruktur kelistrikan agar pasokan listrik ke Aceh terpenuhi. Salah satunya adalah pembangunan Gardu Induk (GI) Ulee Kareng di Bakoy, Aceh Besar, yang akan siap beroperasi Maret 2018.

Proses pembangunan GI berkapasitas 275/150 kilo Volt (kV) ini telah dimulai. Peletakkan batu pertamanya (first groundbreaking) dilakukan oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Jum’at (25/8) lalu. Pembangunan GI yang dikelola dan milik PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Utara UPP Jaringan Aceh ini diharapkan dapat menjawab persoalan krisis listrik di Aceh.

“Aceh punya kebutuhan 372 MW dan selama ini hanya mampu disuplai sebesar 317 MW. Semoga dengan pembangunan GI Ulee Kareng bisa mengatasi kelangkaan listrik di Aceh,” kata Irwandi.

Pembangunan GI baru tersebut sejalan dengan program 100 hari kepemimpinan Gubernur Irwandi, yakni membenahi persoalan listrik di Aceh.

Pembangunan GI Ulee Kareng juga merupakan rangkaian pembangunan Tol Listrik Sumatera yang pembangunannya dimulai dari Lampung hingga Aceh. Tol Listrik tersebut merupakan sebuah usaha mewujudkan cita-cita Presiden Joko Widodo, yaitu mewujudkan pembangunan Program 35.000 MW.

Rangkaian Tol Listrik di Aceh dimulai dari pembangunan GI dari Pangkalan Susu ke Lhokseumawe, berlanjut ke Sigli hingga tersambung ke GI Ulee Kareng Aceh Besar.

General Manager PLN UIP Sumatera Bagian Utara Jurlian Sitanggang menyatakan bahwa peresmian GI Ulee Kareng merupakan sebuah momen monumental dimana hal tersebut sebagai tanda tercapainya pembangunan Tol Listrik Sumatera yang dimulai dari Lampung sampai Aceh.

“Kami optimis pembangunan tol listrik untuk Provinsi Aceh akan selesai Maret 2018 jika tidak banyak kendala dalam pembebasan lahan,” papar Jurlian.

PLN selalu membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan seluruh masyarakat agar cita-cita mewujudkan masyarakat adil dan makmur tercapai dengan kehadiran listrik yang andal. Pembangunan listrik di seluruh Indonesia khususnya Aceh dapat terwujud karena kerja bersama. PLN sebuah institusi yang tidak mungkin bekerja sendiri membangun listrik di negeri ini.

“Dengan komando Pak Gubernur kita bekerja bersama untuk membangun Aceh terang,” tegas Jurlian.

Hal ini mendapat tanggapan positif. Pemerintah Aceh menyatakan siap mendukung target tersebut, salah satunya dengan memudahkan segala perizinan dan membantu penyelesaian sengketa tanah.

“Apa saja yang bisa kami lakukan dalam kapasitas kepala daerah akan kami lakukan untuk mempercepat target 35.000 MW,” kata Irwandi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here