
Jakarta, Petrominer – Pamerindo Indonesia kembali menggelar Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Diawali dengan Energy Week yang dibuka, Rabu (2/9). Hingga Sabtu (5/9), dihadirkan rangkaian pameran, seminar, dan aktivitas industri.
Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation,” IEE Series – Energy Week melihat keberlanjutan sebagai bagian dari bagaimana industri tumbuh dan menciptakan nilai yang lebih besar. Pendekatan ini mencakup efisiensi, inovasi, ketahanan, serta pemanfaatan energi, material, dan infrastruktur secara lebih bertanggung jawab untuk mendukung kebutuhan industri dalam jangka panjang.
Menurut Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Maxmilaan Bruinier, para pelaku industri dan pengunjung profesional dapat melihat langsung perkembangan teknologi, mengikuti diskusi sektoral, serta bertemu dengan berbagai perusahaan dan pemangku kepentingan yang hadir selama penyelenggaraan.
“Upaya tersebut membutuhkan ruang yang mempertemukan pelaku industri dengan teknologi, pengetahuan, dan perspektif dari berbagai bidang. IEE Series – Energy Week 2026 hadir sebagai platform dengan skala pameran dan rangkaian program yang semakin berkembang dari tahun ke tahun,” ujar Maxmilaan dalam sambutannya pada acara pembukaan IEE Series-Energy Week 2026, Rabu (2/9) pagi.
Menurutnya, perkembangan skala IEE Series – Energy Week 2026 tercermin dari area pameran yang mencapai lebih dari 20.000 meter persegi, dengan 451 perusahaan dari 28 negara. Rangkaian programnya turut mencakup 21 sesi seminar dengan 73 thought leaders serta dukungan dari 12 asosiasi industri, menjadikannya salah satu ajang industri terbesar di Asia Tenggara yang mempertemukan berbagai pelaku dan pemangku kepentingan di sektor energi dan engineering.
Tiga pameran dalam IEE Series – Energy Week menghadirkan perkembangan teknologi dan solusi dari sektor yang semakin saling berkaitan. Electric & Power Indonesia menampilkan teknologi dan solusi kelistrikan. The Battery Show Indonesia menghadirkan perkembangan teknologi baterai dan penyimpanan energi. Sementara Data Center Asia–Indonesia memperlihatkan berbagai solusi untuk mendukung kebutuhan infrastruktur digital.
“Bersama-sama, ketiganya menunjukkan bagaimana perkembangan di bidang energi dan infrastruktur digital semakin berperan dalam mendukung operasional dan perkembangan berbagai sektor industri,” ujar Maxmilaan.
Semangat kolaborasi lintas pemangku kepentingan tersebut juga menjadi konteks bagi penyelenggaraan keseluruhan rangkaian IEE Series tahun ini. Salah satunya adalah penyelenggaraan Electric & Power Indonesia ke-24 ini juga diselenggarakan bersama IndoEBTKE ConEx ke-12 dalam rangkaian yang sama. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan peluang kolaborasi antara pemerintah sebagai pemangku kepentingan, pelaku industri, penyedia teknologi, dan akademisi, sekaligus mempertemukan kebutuhan pasar dengan inovasi dan solusi yang relevan untuk mendukung pengembangan sektor kelistrikan berbasis energi baru dan terbarukan di Indonesia.
“Kolaborasi ini juga berfokus pada upaya mendukung realisasi program pemerintah dengan mempertemukan para pemangku kepentingan terkait dalam satu platform untuk mendorong terciptanya sinergi, kemitraan, dan implementasi solusi yang dapat mendukung agenda transisi energi nasional,” ujar Maxmilaan.
Listrik Andal
Perkembangan di sektor energi dan infrastruktur digital turut mendorong kebutuhan akan sistem kelistrikan yang lebih andal dan adaptif. Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam Symposium Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) yang digelar bersamaan pembukaan Electric & Power Indonesia sekaligus membuka rangkaian IEE Series – Energy Week 2026.
Ketua Umum PJCI, Arsyadany G. Akmalaputri, mengatakan kebutuhan industri terhadap listrik ke depan tidak hanya akan semakin besar, tetapi juga semakin beragam dan dinamis. Karena itu, pengembangan sistem kelistrikan perlu bergerak menuju sistem yang lebih cerdas, fleksibel, dan mampu mengintegrasikan berbagai sumber energi secara andal.

“Pengembangan smart grid, integrasi energi terbarukan, serta pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan pengelolaan energi menjadi semakin penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat ketahanan sistem. Dengan demikian, infrastruktur kelistrikan dapat terus mendukung produktivitas dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi industri dalam jangka panjang,” ujar Arsyandany.
Menurutnya, energi bukan hanya tentang bagaimana listrik dipasarkan dan disalurkan, tetapi energi juga tentang bagaimana sebuah bangsa bertumbuh, bagaimana masyarakat bisa mendapatkan kesempatan yang lebih baik dan bagaimana pembangunan dapat dirasakan secara merata.
Pemerataan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ketersediaan listrik, teknologi penyimpanan energi, dan infrastruktur digital perlu berkembang dengan mempertimbangkan kebutuhan satu sama lain, dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, penyedia teknologi, asosiasi, akademisi, dan pengguna akhir. Kolaborasi lintas sektor menjadi penting agar perkembangan teknologi dapat diterjemahkan menjadi sistem yang lebih efisien, tangguh, dan mampu menciptakan manfaat jangka panjang bagi industri dan masyarakat.








Tinggalkan Balasan