, ,

Gastech Ditunda Jadi 13-16 September 2021

Posted by

London, Petrominer – Penyelenggaraan Gastech ditunda menjadi 13-16 September 2021. Untuk tahun ini, acara pameran dan konferensi terpadu terbesar di dunia untuk mendukung industri gas, LNG, dan energi tersebut akan dilakukan secara virtual pada September 2020.

Menurut pihak penyelenggara, DMG Events, keputusan penundaan tersebut didasarkan pada keprihatinan seputar pandemi global, aksesibilitas dan untuk kenyamanan para pembicara, delegasi, peserta pameran dan pengunjung. Sebelumnya, Gastech 2020 dijadwalkan akan berlangsung di Singapura pada September 2020 ini.

“Penundaan Gastech 2020 memberi ruang lingkup yang lebih luas bagi industri gas, LNG, dan energi akibat terdampak Covid-19 terhadap permintaan energi dan identifikasi peluang pertumbuhan pasar,” ujar Vice President Energy DMG Events, Nick Ornstien, Kamis (28/5).

Ornstien menjelaskan, selain konferensi virtual yang akan digelar September 2020 dan untuk memastikan Gastech terus memainkan peran penting di jantung industri gas global, Gastech juga akan menggelar serangkaian webinar, buletin industri, dan peluang jejaring unik untuk memberikan konten berwawasan dan relevan untuk menghubungkan industri dengan tantangan dan peluang membentuk agenda netral karbon menjelang Gastech 2021.

Pilihan Singapura menjadi tuan rumah Gastech 2021 mencerminkan pergeseran ekonomi Asia ke arah gas alam dan LNG untuk memenuhi kebutuhan energinya. Sementara permintaan LNG global diperkirakan berlipat dua menjadi 700 juta ton pada tahun 2040. Asia Selatan dan Tenggara akan menghasilkan lebih dari setengah permintaan yang meningkat. Cina, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam semuanya melakukan peningkatan investasi dalam infrastruktur gas untuk penggunaan komersial dan domestik.

Gastech 2021 rencananya akan dihadiri oleh lebih dari 35.000 peserta, termasuk pengambil keputusan senior dan pemimpin industri energi, dan lebih dari 700 perusahaan peserta pameran, yang akan menetapkan agenda untuk gas global, LNG dan industri energi selama beberapa dekade mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *