, ,

Gas Bumi Mengalir ke Industri Garam Madura

Posted by

–

Jakarta, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), melalui PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), mulai melayani sektor industri di pulau Madura, Jawa Timur. Ini merupakan bagian dari upaya untuk terus memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai daerah di Indonesia.

“Gas bumi dari Gagas sudah melayani salah satu perusahaan garam terbesar di Madura. Ini merupakan langkah awal PGN untuk terus menyebarkan manfaat energi baik gas bumi ke berbagai segmen pasar di Indonesia,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, Kamis (5/9).

Perusahaan garam yang mulai menggunakan Gaslink (produk Gagas) adalah PT Garsindo Anugerah Sejahtera (Garsindo) di Kabupaten Sumenep. Produksi garam dari Garsindo selama ini digunakan untuk memasok bahan produksi PT Garam, sebuah BUMN yang fokus memproduksi garam di Indonesia.

Menurut Rachmat, penggunaan gas bumi oleh Garsindo lantaran sumber energi bersih ini mampu memberikan kualitas bahan baku yang lebih baik. Selain itu, potensi penghematan yang dihasilkan dari penggunaan Gaslink minimal 10 persen.

“Efisiensi dan ramah lingkungan menjadikan Gaslink sebagai pilihan Garsindo untuk bahan bakar utama proses produksi pabrik keduanya di Sumenep. Hal ini menjadi bukti bahwa manfaat gas bumi mampu menciptakan daya saing dan manfaat berlebih kepada sektor usaha,” jelasnya.

Sebelumnya, pabrik pertama Garsindo yang berada di Gresik juga telah merasakan energi baik dari Gaslink.

Direktur Utama Gagas, Sabaruddin, mengungkapkan, dalam waktu dekat Gagas akan terus memperluas penyaluran Gaslink di beberapa kabupaten di wilayah Madura. Hadirnya Gaslink, yang dapat memberikan efisiensi bagi pelaku industri, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor industri kecil dan menengah di pulau Madura.

“Kami akan terus melakukan inisiatif agar produk Gaslink dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha di Madura. Upaya ini sejalan dengan program Pemprov Jatim yang ingin mengembangkan industri di Madura, dimana salah satunya adalah pengembangan industri garam,” jelas Sabaruddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *