Noble Sam Croft drillship (Noble Corp.)

IRVING, Texas, Petrominer – ExxonMobil berhasil menemukan cadangan minyak di sumur Pinktail, blok Stabroek, offshore Guyana, Amerika Selatan. Penemuan ini menambah sumber daya yang dapat diproduksi (recoverable resource) sebelumnya menjadi 9 miliar barel setara minyak (BOE).

“Penemuan ini merupakan bagian dari program pengeboran sumur ekstensif di blok Stabroek yang menggunakan enam kapal pengeboran untuk menguji lapisan ekstensi dan konsep baru, menyusul evaluasi penemuan eksisting dan penyelesaian pengembangan sumur pada proyek Liza Phase 2 dan Payara,” kata Senior Vice President Exploration & New Ventures ExxonMobil, Mike Cousins, dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Sabtu (11/9).

“Keberhasilan eksplorasi kami ini akan terus meningkatkan sumber daya yang ditemukan dan akan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat Guyana dan pemegang saham kami,” ujar Cousins.

Sumur Pinktail terletak sekitar 21,7 mil (35 kilometer) tenggara proyek Liza Phase 1, yang mulai berproduksi Desember 2019 lalu, dan 3,7 mil (6 kilometer) tenggara sumur Yellowtail-1. Sumur Pinktail dibor hingga kedalaman 5.938 kaki (1.810 meter) oleh Noble Sam Croft. Sementara sumur Turbot-2 terletak sekitar 37 mil (60 kilometer) di sebelah tenggara proyek Liza Phase 1, dan 2,5 mil (4 kilometer) dari sumur Turbot-1 yang ditemukan pada Oktober 2017. Turbot-2 dibor hingga kedalaman 5.790 kaki (1.765 meter) oleh Noble Sam Croft.

Secara terpisah, kapal Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Liza Unity telah berlayar dari Singapura ke Guyana awal September 2021 lalu. FPSO tersebut akan digunakan untuk pengembangan Liza Phase 2 dan diharapkan mulai berproduksi awal tahun 2022, dengan kapasitas produksi sekitar 220.000 barel minyak per hari (BOPD).

ExxonMobil telah merancang setidaknya enam proyek berjalan pada tahun 2027 mendatang dan melihat potensi hingga 10 proyek untuk mengembangkan basis sumber daya yang dapat diproduksi dari penemuan saat ini. Sementara FPSO Liza Destiny saat ini telah memproduksi sekitar 120.000 BOPD.

Blok Stabroek mencakup area seluas 6,6 juta hektar (26.800 kilometer persegi). Afiliasi ExxonMobil, Esso Exploration and Production Guyana Limited menjadi operator dan memegang 45 persen saham blok Stabroek. Sementara para mitranya adalah Hess Guyana Exploration Ltd. memegang 30 persen dan CNOOC Petroleum Guyana Limited (25 persen).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here