ExxonMobil menggandeng Scepter, Inc. untuk menerapkan teknologi satelit dan platform pemrosesan data eksklusif untuk mendeteksi emisi metana pada skala global.

Irving, Texas, Petrominer – ExxonMobil dan Scepter, Inc. telah sepakat untuk bekerja sama menerapkan teknologi satelit dan platform pemrosesan data eksklusif untuk mendeteksi emisi metana pada skala global. Kesepakatan ini berpotensi menjadi cara baru dalam mendeteksi dan memitigasi metana serta berkontribusi pada upaya pengurangan emisi berbasis satelit  di sejumlah industri, termasuk energi, pertanian, manufaktur, dan transportasi.

Senior Vice President Unconventional ExxonMobil, Bart Cahir, menjelaskan kerjasama ini merupakan bagian dari investasi ExxonMobil dalam teknologi dengan inovator terkemuka sejalan dengan Global Methane Pledge untuk mengurangi emisi metana hingga 30 persen pada tahun 2030, dibandingkan level tahun 2020.

“Kolaborasi ini akan memungkinkan banyak industri mengidentifikasi sumber emisi metana di seluruh dunia secara real-time, sehingga perbaikan kebocoran atau solusi mitigasi dapat diterapkan dengan cepat,” ujar Bart dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Senin (13/12).

Pada fase pertama proyek ini, ExxonMobil akan merancang dan mengoptimalkan rencana penempatan dan cakupan satelit, yang awalnya berfokus pada pengambilan data emisi metana dari operasi ExxonMobil di Permian Basin. Sementara Scepter akan menyebarkan satelit pada tahun 2023 dan meningkatkan cakupan ke lebih dari 24 satelit selama tiga tahun, sehingga membentuk jaringan konstelasi besar yang mampu memantau operasi di seluruh dunia.

Teknologi deteksi satelit Scepter telah menunjukkan kemampuan untuk mengumpulkan data metana secara akurat. Teknologi tersebut juga mampu mengidentifikasi sumber karbon dioksida, nitrogen oksida, oksida belerang, dan gas rumah kaca lainnya.

ExxonMobil dan Scepter juga akan mempelopori sistem fusi data berpemilik dengan menyatukan informasi yang dikumpulkan dari berbagai metode deteksi, termasuk perangkat pemantauan di darat, stasioner, dan seluler. Dengan mengkonsolidasikan data, para ilmuwan dapat membuka wawasan dan peluang berharga untuk mengukur dan memvalidasi lebih lanjut program untuk mengurangi emisi metana.

“Kami senang bekerja dengan ExxonMobil mengembangkan sistem untuk mendeteksi metana. Platform fusi data kami akan menjadi pusat kemampuan yang lebih luas untuk mendeteksi, mengukur, mengurangi, dan mensertifikasi,” ujar CEO Scepter, Philip Father.

Menurut Philip, pendekatan ini berakar pada misinya untuk memberikan pengamatan komprehensif secara real-time dan skala global, sehingga mampu memenuhi berbagai kebutuhan pelaporan lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Ketika digabungkan dengan data ExxonMobil dari sensor berbasis darat dan survei udara menggunakan analitik canggih, platform data Scepter bisa lebih jauh menyediakan informasi mengenai kinerja emisi metananya pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dan dengan cepat mengidentifikasi sumber-sumber emisi tinggi. Platform pemrosesan data juga akan memungkinkan perluasan sertifikasi pihak ketiga dan melengkapi upaya pengurangan emisi metana.

ExxonMobil mendukung pengembangan pengawasan satelit dan sedang melakukan uji coba lapangan terhadap teknologi baru. Perusahaan juga mengambil bagian dalam studi industri dengan Collaboratory to Advance Methane Science untuk memperluas inisiatif berkelanjutan guna mengidentifikasi cara yang lebih cerdas dan lebih cepat untuk mendeteksi dan mengurangi emisi menggunakan satelit.

Baru-baru ini, ExxonMobil mengumumkan rencana untuk mencapai nol emisi gas rumah kaca dari aset yang dioperasikannya di Permian Basin AS pada tahun 2030. Upaya ini mencakup beberapa area fokus utama termasuk investasi berkelanjutan dalam teknologi pemantauan dan deteksi metana serta menghilangkan flaring di operasi Permian Basin akhir tahun 2022, untuk mendukung inisiatif Zero Routine Flaring Bank Dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here