, ,

Era Baru Elektrifikasi dan Teknologi AI di Pertambangan

Posted by

Jakarta, Petrominer – Ajang Indonesia Energy & Engineering (IEE) 2025 semakin berfokus pada inovasi teknologi ramah lingkungan, khususnya di sektor pertambangan. Berbagai brand global membawa inovasinya, mulai dari truk listrik (electric vehicle/EV), electric wheel loader, electric excavator, electric lift hingga hybrid EV excavator.

“Semuanya dirancang untuk mendukung transisi industri hijau, hilirisasi, dan penguatan rantai pasok nasional yang ramah lingkungan,” ujar Country Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, Kamis (18/9).

Di pekan Energy & Engineering Week, papar Lia, Shandong Heavy Industry (SDHI) hadir di pameran Mining Indonesia 2025 dengan berbagai unit alat berat yang bisa mendukung elektrifikasi industri tambang berkelanjutan. Di booth-nya, SDHI mengenalkan inovasi teknologi Artificial Intelegence (AI) untuk berbagai alat berat brand Shantui.

Setelah tahun ini mengubah logo brand-nya untuk menegaskan fungsi AI di pengoperasian alat, di pameran kali ini SDHI juga menegaskan pentingnya elektrifikasi untuk mendukung pengoperasian alat berat. Contohnya, notifikasi kondisi alat dan bahan bakar sehingga bisa mengurangi interval perawatan.

Hadirnya kecanggihan AI di dalam alat berat seperti ini dapat menjadi solusi bagi tantangan konsumsi bahan bakar diesel dan emisi. Solusi ini bisa membantu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, menekan emisi, dan juga mengurangi kebisingan operasional.

Selain elektrifikasi di dalam alat berat, beberapa brand global juga membawa inovasi alat berat elektrik untuk mendukung industri tambang berkelanjutan. Zoomlion menghadirkan wide dump truck EV berkapasitas 120 ton.

Ada juga jajaran truk EV GM Tractors melalui XCMG, berupa wide dump truck EV dengan tonase 120 ton. Kehadiran alat berat GM Tractors ini juga diikuti dengan masuknya excavator Hybrid EV (HEV) demi semakin menegaskan konsistensi mereka dalam mewujudkan industri tambang yang lebih hijau.

Pihak GM Tractors menyatakan kedepannya mereka akan terus mendukung niatan para pelaku industri untuk melengkapi jajaran alat berat mereka dengan alat berat EV.

“Kami memiliki truk EV yang mampu membawa baterai kapasitas besar, dan bisa berfungsi untuk melakukan pengisian daya alat berat elektrik, langsung di area terdalam proyek,” ucap  Sales & Marketing Director GM Tractors, Yulius Sikku.

Deretan alat berat Shantui (SDHI) yang sudah menggunakan teknologi AI.

Kolaborasi

Kolaborasi antara brand global dan pelaku industri nasional di pameran ini ditargetkan bisa menjadi katalis dari transformasi industri nasional yang keberlanjutan. Ini sesuai tema “Sustainability for Industrial Transformation.”

Pada salah satu sesi workshop, perwakilan Kedutaan Besar Swedia mendukung kolaborasi tersebut, dengan membahas kerjasama Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP).

Eric Odar, Trade Commissioner of Sweden to Indonesia dan orgasinasi Business Sweden di bawah Kedutaan Besar Swedia, menyatakan kolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam pembentukan SISP ini didasari oleh kesamaan visi kedua negara untuk mencapai target keberlanjutan. Pada tahun 2025, fokus kemitraan diarahkan pada sektor pertambangan, yang merupakan salah satu pilar ekonomi utama Indonesia.

Odar menyoroti bahwa industri pertambangan berperan sebagai enabler utama bagi pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia, terutama dalam penyediaan bahan baku untuk baterai dan kendaraan listrik. Tentu saja ini juga penting untuk mengakselerasi pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Global tahun 2050, dan Indonesia di tahun 2060.

“Elektrifikasi pada industri pertambangan dapat membawa berbagai manfaat, seperti menurunkan biaya bahan bakar, mengurangi kebutuhan perawatan, meningkatkan keselamatan pekerja, dan memperbaiki kinerja ESG,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *