Pembangkit Listrik berbahan bakar batubara Loy Yang B di Victoria, Australia.

Jakarta, Petrominer — ENGIE, salah satu perusahaan listrik independen terkemuka di Australia – telah memilih GE Power Services untuk memperbaharui peralatan pembangkit listrik berbahan bakar batubara Loy Yang B berkapasitas 1.056 megawatt (MW) di Victoria, Australia. GE akan meng-upgrade dua turbin uap Hitachi milik ENGIE dengan target peningkatan kapasitas total sampai 84 MW.

Upgrade turbin itu dilakukan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar hingga sekitar 5 persen untuk setiap MW yang dihasilkan. Ini juga sejalan dengan upaya industri-industri di Australia yang tengah meningkatkan kinerja sekaligus menurunkan rekam jejak karbon melalui konsumsi batubara yang lebih sedikit.

“Proses upgrade di Loy Yang B merupakan bagian dari proyek strategis rumah kaca ENGIE yang sedang berlangsung di pembangkit listrik tersebut, dengan tujuan untuk meningkatkan fleksibilitas operasional sekaligus mengurangi intensitas efek rumah kaca,” kata General Manager Asia Pasifik GE Power Services, Anders Maltesen, dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Rabu (7/6).

Menurut Anders, proyek ini akan menempatkan ENGIE selaras dengan inisiatif Australia untuk meningkatkan efisiensi dan mewujudkan operasional berkelanjutan pada pembangkit listrik berbahan bakar batubara. Proyek ini menandai untuk pertama kalinya di dunia, GE dipilih untuk meningkatkan kinerja turbin uap Hitachi.

Pembangkit listrik Loy Yang B berada di Latrobe Valley, sekitar 160 kilometer sebelah timur Melbourne. Proses upgrade GE diperkirakan akan selesai pada tahun 2019 dan 2020 mendatang.

Dengan upgrade dari GE, total keluaran pembangkit diperkirakan akan bertambah menjadi 1.140 MW dan meningkatkan basis kapasitas listrik terpasang GE di Australia menjadi lebih dari 1 gigawatt.

“Proyek ini mencerminkan pengakuan dunia terhadap kemampuan GE di sektor energi untuk meningkatkan kinerja pembangkit listrik, bahkan pada mesin-mesin pembangkit dari manufaktur lain setelah akuisisi Alstom Power pada tahun 2015,” paparnya.

Menurut Laporan Estimasi Perkembangan Listrik Nasional 2016 dari Australian Energy Market Operator, operator energi dan sistem tenaga listrik independen Australia, konsumsi dari sektor manufaktur diperkirakan akan meningkat 6,4 persen selama 20 tahun ke depan dan konsumsi dari sektor bisnis lainnya – seperti komersial dan aplikasi industrial – diperkirakan akan meningkat sekitar 10,9 persen selama rentang waktu yang sama.

Pembangkit Listrik berbahan bakar batubara Loy Yang B di Victoria, Australia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here