Kapal seismik milik Elnusa, Elsa Regent, telah mengawali kegiatan seismik perdana di laut Indonesia, akhir tahun 2016 lalu.

Jakarta, Petrominer – PT Elnusa Tbk (Elnusa) menyatakan berhasil menorehkan kinerja yang semakin membaik pada kuartal III tahun 2019. Ini terlihat dari pendapatan usaha yang naik 28 persen menjadi Rp 5,9 triliun, dibandingkan pendapatan pada kuartal III tahun lalu yang sebesar Rp 4,6 triliun.

Kenaikan pendapatan tersebut tentunya ikut mendongkrak laba bersih, yang naik 8 persen menjadi Rp 238 miliar dari Rp 221 miliar setahun lalu. “Hasil kuartal ini meneruskan performa baik Elnusa sepanjang tahun berjalan,” ujar Direktur Keuangan Elnusa, Hery Setiawan, Rabu (30/10).

Menurut Hery, strategi diversifikasi portofolio tetap menjadi kunci utama peningkatan kinerja sepanjang tahun berjalan. Pertumbuhan pendapatan usaha meningkat signifikan sebesar 45 persen pada segmen jasa hulu migas. Sementara segmen jasa penunjang naik 19 persen dan jasa distribusi & logistik energi tumbuh 17 persen.

Secara konsolidasi, perolehan pendapatan kuartal III tahun ini didominasi oleh segmen jasa distribusi & logistik energi sebesar 51 persen, jasa hulu migas 41 persen dan jasa penunjang sebesar 8 persen. “Persentase pendapatan usaha ini tergolong wajar di tengah kondisi industri migas saat ini,” tegasnya.

Pada segmen jasa hulu migas, meningkatnya aktivitas jasa survei seismik dan pengelolaan lapangan minyak mendongkrak pertumbuhan pendapatan usaha. Beberapa proyek besar yang sedang dikerjakan antara lain Tuban East Java di Jawa Timur dan Pesut Mas di Sulawesi Tengah.

Untuk segmen jasa distribusi & logistik energi, peningkatan kinerja masih disebabkan oleh kenaikan volume throughput transportasi BBM, manajemen depo maupun bisnis perdagangan BBM industri marine. Beberapa pengelolaan depot terbaru antara lain depot LPG Amurang di Sulawesi Utara dan DPPU Bandara Radin Inten II di Lampung Selatan.

Sementara jasa penunjang, fabrikasi peralatan migas menjadi salah satu sumber kenaikan pendapatan yang cukup signifikan. Salah satu di antaranya adalah Hydraulic Workover Unit buatan Indonesia.

“Sebagai perusahaan jasa energi, Elnusa memiliki keuntungan diversifikasi. Kompetensi lini jasanya beragram, dan melingkupi hulu hingga hilir siklus migas. Sehingga antara segmen jasa satu dengan lainnya saling melengkapi,” ungkap Hery

Di sisi lain pada sisi profitabilitas, Elnusa tetap mencatatkan pertumbuhan kenaikan laba bersih. Segmen jasa distribusi dan logistik energi mengkontribusikan 80 persen dari laba yang dihasilkan pada kuartal III ini. Sementara jasa hulu migas dan penunjang mengkontribusikan 15 persen dan 5 persen.

Kenaikan laba bersih ini, jelasnya, membuktikan kinerja stabil Elnusa yang semakin kokoh dalam menghadapi gejolak industri migas beberapa tahun terakhir. Selain itu, berbagai peluang usaha terus kami upayakan agar dapat memberikan kontribusi tambahan.

“Kami optimis akan menutup tahun buku 2019 dengan torehan yang baik,” papar Hery.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here