Pertamina Hulu Mahakam Operasikan Rig Ke-4.

Balikpapan, Petrominer – Beragam cara dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) untuk berhemat sambil mempertahankan produksi. Salah satunya adalah menggandeng sebuah konsorsium perusahaan jasa migas nasional dan multinasional untuk mendukung kegiatan pengeboran sumur di rawa-rawa Delta Mahakam, Kalimantan Timur.

Sebuah kontrak kerjasama pun ditandatangani oleh PHM dengan konsorsium PT Elnusa (Tbk) dan PT Dowell Anadrill Schlumberger untuk penyediaan jasa cementing. Direktur Utama PHM, Eko Agus Sardjono, dan Direktur Utama Elnusa, Elizar Parlindungan Hasibuan, menandatangani kontrak kerjasama tersebut, Rabu (16/10), disaksikan oleh Kepala Divisi Pengelolaan dan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi.

Eko menyebutkan bahwa sinergi antar anak usaha PT Pertamina (Persero) ini selain untuk mendukung PHM dalam kegiatan operasi cementing sumur-sumur di wilayah rawa-rawa Delta Mahakam, juga untuk meningkatkan kapasitas perusahaan nasional melalui kerjasama dengan perusahaan multinasional melalui pembentukan konsorsium.

Menurutnya, kontrak jasa cementing ini merupakan bagian penting dalam kegiatan pengeboran sumur dan berisiko tinggi karena berkaitan langsung dengan keselamatan operasi. Nilai kontrak mencapai sekitar US$ 95,6 juta, dengan durasi 24 bulan (hingga Oktober 2021) dan komitmen TKDN sebesar 35,11 persen.

Cementing adalah salah satu prosedur dalam kegiatan pengeboran sumur migas, yakni memompakan sejenis semen khusus ke dalam lubang sumur,” jelas Eko, Sabtu (19/10).

Sementara itu, General Manager PHM, John Anis, menyampaikan harapannya agar konsorsium Elnusa dan Schlumberger bisa membantu PHM dalam mencari terobosan untuk penghematan biaya investasi. Langkah ini diharapkan juga sekaligus bisa membantu PHM untuk terus mempertahankan produksi yang semakin marginal.

John juga berharap melalui pembentukan konsorsium antara Elnusa dengan Dowell Anadrill Schlumberger segera terjadi alih teknologi cementing kepada perusahaan dalam negeri sehingga ke depan bisa mandiri. Dengan begitu, dalam beberapa tahun ke depan, perusahaan dalam negeri harus menjadi pemain utama dalam kegiatan pengeboran di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here