Pertahankan operation excellence, Elnusa Petrofin terus memperkuat kualitas dan integritas para Awak Mobil Tanki dan Pekerja.

Jakarta, Petrominer – Mengemban tugas dan tanggung jawab dalam mendistribusikan BBM Pertamina tetap terjaga sampai di daerah terpencil bukan hal yang mudah. Beragam tantangan tak menyurutkan semangat PT Elnusa Petrofin untuk menjalankan tugas mulia ini.

Awak Mobil Tangki (AMT) merupakan ujung tombak anak usaha PT Elnusa Tbk ini dalam mendistribusikan BBM. Beragam upaya menyeluruh pun telah dilakukan agar tercipta operation excellence. AMT yang bertugas juga mendapatkan motivasi dalam memberikan service terbaik, dengan berbekal berbagai macam reward maupun punishment yang telah mereka ketahui sejak awal bergabung.

“Dengan dukungan dari SDM yang unggul dan teknologi yang dimiliki, Elnusa Petrofin dapat memberikan pelayanan dan operasional yang terbaik. Sehingga pendistribusian BBM Pertamina juga semakin baik,” ujar Corporate Communication Head Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, Rabu (13/1).

Menurut Bagus, ada beragam kendala dan risiko tinggi dalam operasional penyaluran BBM Pertamina. Mulai dari faktor eksternal seperti kondisi medan dan infratrusktur yang menantang dan terlebih dalam musim penghujan yang rawan bencana alam sampai dengan faktor internal seperti kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Tentunya, ini menuntut seluruh pekerja terutama AMT Elnusa Petrofin memiliki profesionalitas dan integritas yang unggul.

Untuk meminimalisir risiko dari faktor eksternal, EPN telah mengaplikasikan berbagai terobosan dalam teknologi informasi yang dapat menunjang faktor keamanan dan keselamatan dalam mendistribusikan BBM.

Sedangkan dari segi internal, Elnusa Petrofin melakukan beragam langkah terpadu dalam memastikan serta meningkatkan kualitas SDM, khususnya bagi AMT sebagai garda terdepan dalam penyaluran BBM Pertamina ke seluruh Indonesia.

Penilaian kinerja secara berkala dan rutin dilakukan pada hampir sekitar 5.000 AMT Elnusa Petrofin di seluruh Indonesia. Penilaian ini meliputi jarak yang telah ditempuh, jumlah kehadiran, ketepatan mutu dan kualitas saat mendistribusikan BBM, serta attitude mereka selama di jalan raya dan bertemu dengan pelanggan. Selain itu, perusahaan juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba secara berkala yang juga menjadi salah satu elemen penilaian AMT.

“Dari sisi pengembangan, AMT juga diberikan berbagai pelatihan yang dapat menunjang dan meningkatkan kinerjanya seperti Defensive Driving Training (DDT), Basic Safety, Basic Survival, Maintenance Management System (MMS), serta berbagai sertifikasi yang dibutuhkan,” ungkap Bagus.

Bagi para AMT yang memiliki kinerja baik, secara rutin Elnusa Petrofin memberikan reward mulai dari penghargaan AMT terbaik sampai dengan perjalanan ibadah yang menyesuaikan keyakinan masing-masing. Seperti pada tahun 2019, sebanyak 55 AMT mendapatkan reward tersebut. Ada yang umroh ke tanah suci bagi yang beragama Islam, perjalanan ritual ke Jerussalem bagi penganut Kristen dan Katolik, serta perjalanan ritual ke India bagi mereka yang beragama Hindu.

Elnusa Petrofin juga memberikan apresiasi kepada anak AMT berupa beasiswa anak AMT. Beasiswa yang diberikan pun, bukan hanya kepada para anak AMT yang aktif, namun sampai kepada para AMT yang telah pensiun atau meninggal dalam masa bekerja.

“Sedangkan bagi AMT dan pekerja yang terbukti melanggar peraturan perusahaan, perusahaan memberikan sanksi tegas sesuai tingkat pelanggarannya. Kategori dari ringan, sedang berat. Bagi seluruh pekerja yang melakukan kesalahan berat managemen tidak segan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), terlebih jika terkait dengan isu integritas,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here