
Jakarta, Petrominer — Eka Satria telah ditetapkan sebagai Ketua Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) periode 2025-2029. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) APLSI yang digelar di Jakarta, Rabu (23/7).
Eka terpilih melalui mekanisme voting yang demokratis, menggantikan Arthur Simatupang, yang telah menjabat selama dua periode kepemimpinan sebelumnya. Selain Eka, Munas juga menetapkan Bobby Gafur Umar sebagai Ketua Badan Pengawas APLSI.
Dalam paparannya, Eka menyampaikan bahwa APLSI berkomitmen untuk meningkatkan peran swasta sebagai mitra strategis pemerintah untuk mendukung penuh program ketenagalistrikan nasional dengan mendorong kemandirian energi untuk memastikan listrik yang andal dan terjangkau. Ini sejalan dengan Rencana Usaha Ketenagalistrikan Nasional serta Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025-2034 (RUPTL) PT PLN.
“APLSI juga siap dalam berperan aktif untuk mengawal RUU Ketenagalistrikan dan memastikan target Pak Prabowo dalam mewujudkan swasembada energi berkeadilan di Indonesia,” tegas Eka yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Medco Power Indonesia, yang tergabung dalam grup MedcoEnergi.
Selama hampir lebih dari dua dekade, menurut Eka, APLSI telah turut serta memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan ketenagalistrikan nasional sebesar ~15,5 GW atau setara dengan ~20 persen dari seluruh kapasitas terpasang di Indonesia.
Ke depannya, APLSI akan membantu untuk mencapai kapasitas terpasang sebesar 69,5 GW dalam RUPTL PT PLN (Persero), di mana sektor swasta diharapkan untuk berperan aktif untuk berkontribusi dalam pembangunan 71 persen dari total kapasitas terpasang. Guna terwujudnya ketersediaan listrik yang terjangkau, andal dan berkelanjutan (affordable, reliable and sustainable).


























