, ,

Diresmikan Presiden, PLN Serap Listrik dari PLTSa Benowo

Posted by

Surabaya, Petrominer – Presiden Joko Widodo meresmikan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Berbasis Tekonologi Ramah Lingkungan Benowo Surabaya, Kamis (6/5). PLTSa Benowo merupakan PLTSa pertama di Indonesia yang menggunakan konsep Zero Waste dengan proses gasifikasi untuk produksi listrik dengan kapasitas 9 mega watt (MW).

Saat meresmikan pembangkit listrik energi baru terbaru (EBT) itu, Presiden didampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif dan Walikota Surabaya, Eri Cahyadi serta Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Kota Surabaya bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan sistem Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Urusan sampah bukan sekedar mengolah sampah menjadi sumber energi listrik. Namun, hal itu juga berkaitan dengan urusan kebersihan kota.

Presiden Jokowi mengapresiasi langkah cepat Pemkot Surabaya dalam merealisasikan pembangunan instalasi PSEL yang ramah lingkungan. Keberhasilan ini patut ditiru kota-kota lainnya.

“Nanti kota-kota lain akan saya perintah untuk sudahlah tidak ruwet-ruwet (ribet-ribet), pakai ide-ide. Lihat saja di Surabaya, tiru, copy,” ucapnya.

Menurut Presiden Jokowi, Peraturan Presiden (PP) No.35 Tahun 2018 terkait percepatan pembangunan instalasi PSEL telah disiapkannya sejak tahun 2018. Perpres tersebut menjadi landasan hukum bagi pemerintah daerah yang ditunjuk agar mempercepat realisasi pembangunan instalasi PSEL.

Dalam kesempatan itu, Zukifli menyampaikan bahwa PLN mendukung penuh pengembangan bauran energi dari fosil ke ramah lingkungan. Salah satunya dengan melakukan pembelian energi listrik berbasis sampah, seperti dari PLTSa Benowo.

“PLTSa Benowo ini termasuk salah satu program percepatan pemerintah terkait Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis teknologi ramah Lingkungan. Dalam hal ini, PLN mendukung penuh pengembangan bauran energi dari fosil ke ramah lingkungan dengan pembelian energi listrik berbasis sampah,” ungkapnya.

Pembangkit Listrik dengan Bahan Bakar Sampah Kota yang terletak di TPA Benowo ini berkapasitas total sekitar 11 MW. Fasilitas yang baru diresmikan merupakan PLTSa kedua berkapasitas 9 MW dari metode Gasification Power Plant. PLTSa pertama beroperasi sejak November 2015 berkapasitas 1,65 MW dengan teknologi Sanitary Landfill Power Plant.

“PLTSa Benowo ini merupakan PLTSa pertama di Indonesia yang menggunakan konsep Zero Waste dengan proses gasifikasi dan untuk produksi listrik dengan kapasitas 9 MW ini,” jelas Zulkifli.

PLN bekerja sama dengan IPP (Independent Power Producer) – PT Sumber Organik. Kerja sama tersebut dilakukan sampai tahun 2032, dengan harga beli listrik sebesar 13,35 cent US$ per /kWh. Harga ini sudah sesuai dengan Peraturan Presiden No. 35 Tahun 2018.

Keunggulan dari teknologi zero waste ini adalah tidak ada sampah yang tersisa dibandingkan teknologi sebelumnya yang masih memiliki residu.

“Untuk kapasitas 9 MW ini dapat digunakan untuk melistriki sekitar 5.885 rumah tangga dengan daya 1300 VA di wilayah Surabaya dan sekitarnya,” ujar Zulkifli.

Satu tanggapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *