Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, melakukan penukaran baterai melalui SPBKLU yang terpasang di halaman kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Kuningan, Jakarta Selatan.

Jakarta, Petrominer – Kehadiran Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di tiga lokasi Jakarta dan Tengerang mendapat dukungan operasional dari badan usaha. Tidak hanya produsen kendaraan bermotor listrik, tetapi juga badan usaha yang bergerak di sektor transportasi online.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, beberapa waktu meluncurkan operasional SPBKLU di tiga lokasi. Kehadiran SPBKLU ini diharapkan dapat menjadi solusi atas percepatan terbentuknya ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Peluncuran tersebut melibatkan beberapa badan usaha yang tentunya mendukung operasional SPBKLU. Ketiga lokasi SPBKLU itu berada di Kantor PLN UP3 Cikokol Tangerang yang didukung oleh Grab Indonesia dan Kymco, Alfamart Gandaria 3 di Jl. Jatayu, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang didukung oleh Oyika, dan Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kuningan, Jakarta Selatan yang didukung oleh Ezyfazt dan Oyika.

Para pengendara kendaraan bermotor bisa dengan mudah melakukan pengisian ulang baterai kendaraannya. Tidak hanya itu, mereka juga tidak perlu lagi menunggu lama dalam pengisiannya. Pasalnya, baterai yang sudah habis bisa ditukar dengan baterai yang sudah berisi penuh di SPBKLU.

Menurut Nicodemus Suheri, founder Ezyfast, penukaran baterai kendaraan listrik di SPBKLU sangatlah mudah. Dia menganalogikan penukaran baterai tersebut dengan penukaran air mineral galon.

“Prosesnya paling gampang. Prinsip penukaran baterai seperti prinsip penukaran galon. Kita menukar galon yang kosong, kita diberikan yang sudah diisi. Untuk pengisian, biarkan mesin yang melakukannya,” ungkap Nicodemus.

Sementara itu, OYIKA melakukan perakitan baterai pintar yang berkemampuan Internet of Things (IoT). OYIKA berkerjasama dengan beberapa produsen sepeda motor listrik buatan Indonesia dengan memodifikasi kendaraan bermotor menjadi sepeda motor listrik pintar melalui penggabungan baterai pintar portabel OYIKA, jaringan stasiun pengisian daya SPBKLU, dan aplikasi telepon pintar.

“OYIKA merasa bangga menjadi bagian dari Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai di Indonesia. Saat ini, ada 11 SPBKLU yang disebarkan di Jakarta untuk uji coba tahap awal. Kami berencana untuk memasang 1.000 SPBKLU di Jakarta pada tahun 2021,” ungkap Larry.

Sementara Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, mengatakan bahwa pihaknya ingin turut memajukan ekonomi digital Indonesia dan mendukung implementasi langkah Presiden Jokowi memasyarakatkan kendaraan berbasis listrik.

“Grab siap menyukseskan program pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan berbasis listrik. Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan semua pelaku industri, terutama yang akan menciptakan nilai tambah untuk perokonomian nasional,” tegas Ridzki.

Secara keseluruhan, menurutnya, ekosistem Kendaraan Berbasis Listrik (KBL) Grab di Indonesia kini tersedia lebih dari 5.000 armada, baik berupa motor dua roda, e-scooter maupun empat roda. Langkah ini untuk mendukung visi Pemerintah Indonesia mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen di tahun 2030.

“Untuk itu, Grab bekerjasama dengan KYMCO melakukan pilot project untuk menyediakan armada kendaraan berbasis listrik dan fasilitas pendukung penukaran baterai yang juga didukung oleh PLN di kantor UP3 Cikokol,” ujar Ridzki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here