Pembangunan PLTA Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, efektif dimulai sejak tahun 2015 lalu. Hingga Maret 2021, progres pembangunan sudah mencapai 85 persen.

Sumedang, Petrominer – PLN mempercepat pembangunan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede 2×25 Mega Watt (MW) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Hal ini sejalan dengan komitmen PLN dengan pilar Green, yang tertuang dalam transformasi PLN guna meningkatkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Direktur Mega Proyek dan EBT PLN, M. Ikhsan Asaad, menjelaskan bahwa progres pembangunan PLTA Jatigede telah menunjukkan progres signifikan dan sudah mencapai 85 persen. Pembangunan PLTA ini, yang efektif dimulai sejak tahun 2015 lalu, nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung sistem kelistrikan interkoneksi Jawa-Bali.

“Proyek PLTA saat ini sudah mencapai 85 persen, meski ada beberapa tantangan tersendiri. Kami yakin dengan kerja keras dan kolaborasi yang baik antara PLN, Unit pelaksana dan juga kontraktor, serta dukungan dari Kementerian ESDM dan Kementrian PUPR, proyek ini akan dapat kami selesaikan di tahun 2021 ini,” ungkap Ikhsan usai melakukan kunjungan secara langsung untuk memastikan progres pembangunan PLTA Jatigede sesuai dengan target, Minggu (4/4).

Menurutnya, dengan kapasitas total 110 MW, PLTA Jatigede memiliki potensi target produksi listrik tahunan sebesar 462.6 Giga Watt Hour (GWH) dengan peak hour 157,4 GWH dan off peak hour 305,2 GWH.

Saat ini, progress pengerjaan meliputi pembangunan gedung pembangkit (power house) dengan tipe semi-underground, saluran pembawa air (water ways), tangki pandatar air (surge tank), pipa pesat (penstock), saluran buang (tailrace), bangunan transmisi (transformer yard, switchyard), jaringan transmisi (transmission line) dan peralatan electromechanical (turbin, generator, control unit) serta bangunan penunjang lainnya.

Adapun nilai investasi pembangkit ini mencapai US$ 85 juta dan Rp 735 miliar dengan sumber dana yang berasal dari Anggaran PLN (APLN) dan Export Credit Agency (ECA). Sedangkan untuk pekerjaan utama PLTA Jatigede, PLN telah menunjuk kontraktor pelaksana yaitu Konsorsium Sinohydro – PT PP (Persero) dan PLN Enjiniring sebagai konsultan.

Salah satu capaian penting dalam progres pengerjaan PLTA, PLN UIP JBT pada Oktober 2019 lalu telah berhasil menyelesaikan pekerjaan top heading excavation atau penggalian saluran air di headrace tunnel sepanjang 2.218,73 meter.

Headrace tunnel berfungsi sebagai terowongan penghubung penampungan air dengan penstock, yang juga terhubung dengan power station. Saat beroperasi nanti, pembangkit listrik ini direncanakan akan memanfaatkan air dari Waduk Jatigede di Sungai Cimanuk, dengan membuat struktur intake untuk mengalirkan air ke terowongan menuju power house dan menghasilkan listrik sebesar 110 MW.

Selain PLTA JatiGede, ujar Ikhsan, PLN juga membangun beberapa proyek pembangkit listrik EBT lainnya di Provinsi Jawa Barat.

Proyek tersebut diantaranya PLTA Upper Cisokan Pumped Storage 4×260 MW di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur, dan PLTP Tangkuban Perahu 3×20 MW di Kabupaten Subang. Dengan begitu, total pembangkit listrik green energy di Jawa Barat yang akan dibangun PLN mencapai 1.210 MW.

“PLN sangat mendukung pencapaian target program energi terbarukan 23 persen pada tahun 2025. Selain PLTA Jatigede, kami akan terus menggenjot penyelesaian program-program EBT lainnya di Jawa Barat,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here