, , ,

Dari Limbah Jadi Kebanggaan, Inovasi Pertamina Drilling Curi Perhatian Dunia

Posted by

Ade Barkah Darmond (paling kiri) usai mempresentasikan program Gear Upcycling Drilling (GUD) yang dijalankan Pertamina Drilling di 7th Asia Pacific Conference on Industrial Engineering and Operations Management yang digelar di Bangkok, Jum’at (27/3).

Jakarta, Petrominer – Tidak banyak yang menyangka, seragam kerja bekas dari aktivitas pengeboran yang biasanya berakhir sebagai limbah justru menjadi sorotan di panggung internasional. Inovasi tersebut diperkenalkan oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) di 7th Asia Pacific Conference on Industrial Engineering and Operations Management yang digelar oleh IEOM Society International di Bangkok, Jum’at (27/3).

Di hadapan para akademisi dan praktisi global, Assistant Manager Brand & Media Pertamina Drilling, Ade Barkah Darmond, memaparkan gagasan yang sederhana tersebut namun kuat, yakni limbah bukanlah akhir, melainkan awal dari nilai baru. Lebih dari sekadar presentasi teknis, apa yang disampaikannya adalah sebuah perubahan cara pandang.

Dengan pendekatan Material Flow Analysis (MFA), setiap potongan kain dan setiap material yang tersisa ditelusuri dan dimaksimalkan hingga akhirnya lahir produk-produk baru yang tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga memiliki cerita.

“Di balik setiap limbah, selalu ada potensi yang bisa dihidupkan kembali. Melalui GUD, kami ingin menunjukkan bahwa industri tidak hanya bisa menghasilkan energi, tetapi juga harapan bagi lingkungan, masyarakat, dan masa depan,” ungkap Ade Barkah.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa program ini tak berhenti di aspek lingkungan. GUD telah membuka peluang nyata bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terlibat dalam proses produksi upcycling.

“Dari tangan-tangan mereka, limbah berubah menjadi produk kreatif bahkan menjadi souvenir perusahaan yang kini membawa identitas baru, lebih berkelanjutan dan lebih bermakna,” ujar Ade Barkah.

Gaung inovasi ini pun sampai ke para akademisi dunia yang hadir di forum global tersebut.

Britta Gammelgaard, Full Professor dari University of Southern Denmark, menilai pendekatan ini sebagai implementasi nyata circular economy yang jarang ditemukan di industri energi.

Hal senada disampaikan Ahad Ali, Associate Professor sekaligus CEO dari IEOM Society International. Malahan, Ali melihat program ini sebagai praktik unggulan yang berpotensi direplikasi di berbagai sektor global.

Perkuat Posisi

Di balik pencapaian ini, Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar inovasi sesaat, melainkan bagian dari arah besar perusahaan.

“Ini bukan hanya tentang mengelola limbah, tetapi tentang bagaimana kami menciptakan nilai baru dari setiap proses yang kami jalankan. GUD mencerminkan komitmen kami terhadap keberlanjutan sekaligus memperkuat posisi Pertamina Drilling sebagai pemain utama di Asia yang siap bersaing di tingkat global,” ujar Avep.

“Dari sesuatu yang dulu dianggap sisa, kini lahir kebanggaan. Dari yang semula terbuang, kini menjadi cerita yang menginspirasi dunia,” ungkap Avep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *