Hasil pemboran sumur eksplorasi konvensional hingga Nopember 2016

Jakarta, Petrominer — Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) di wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) produksi telah melakukan 20 pemboran sumur eksplorasi sepanjang tahun 2016. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi laju penurunan produksi alamiah dari lapangan-lapangan migas yang dikelolanya dan juga menambah cadangan migas dengan signifikan.

“Untuk kegiatan eksplorasi sampai November 2016, para Kontraktor telah melakukan 10 surveu seismic, 11 survei nonseismik, 36 pemboran sumur eksplorasi dan 3 re-entry sumur eksplorasi,” ujar Kepala Bagian Humas SKK Migas Taslim Z. Yunus, Jum’at (23/12).

Taslim menjelaskan, dari pengeboran sumur eksplorasi yang dilakukan, 20 kegiatan sudah selesai dilakukan dengan hasil 7 sumur ditemukan migas (discovery), 7 sumur tidak ditemukan (dry), 5 sumur memiliki indikasi adanya hidrokarbon, dan 1 sumur masih dalam proses evaluasi.

Menurutnya, sumur-sumur yang menghasilkan penemuan adalah Bambu Besar (BBS)-4 (Pertamina EP); Tiung-3 (PetroChina International Jabung Ltd.); Meliwis-1 (Santos (Madura Offshore) Pty Ltd); Lumbian-2 (Seleraya Merangin 2); AAL-4X (Santos Northwest Natuna B.V); ABG-3 (Pertamina EP); dan Sidayu-4 (Saka Indonesia Pangkah Ltd).

Selain itu, jelas Taslim, para Kontraktor Produksi juga telah mengerjakan 212 pengeboran sumur pengembangan, 1.055 kegiatan work over, dan 33,925 kegiatan perawatan sumur.

Pada tahun 2016 ini, paparnya, SKK Migas juga telah menyetujui 28 rencana pengembangan lapangan baik dalam bentuk Plan of Development (POD) maupun Plan of Further Development (POFD). Pengembangan lapangan baru ini diharapkan akan menambah cadangan minyak sebesar 142,45 juta barel dan cadangan gas sebesar 0.645 TSCF.

“Pengembangan lapangan ini akan membutuhkan investasi sebesar US$2,94 miliar dan diharapkan dapat menghasilkan penerimaan negara sebesar US$6,85 miliar,” kata Taslim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here