
Morowali Utara, Petrominer – PT Central Omega Resources Tbk (COR) mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid off-grid di area tambang nikel Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Proyek ini dikembangkan bersama PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) sebagai pengembang sekaligus mitra teknis.
Sistem tersebut menggabungkan PLTS dengan pembangkit eksisting untuk memasok kebutuhan listrik operasional tambang. Skema off-grid dipilih karena kawasan operasional COR memiliki keterbatasan akses terhadap jaringan listrik nasional.
Sejak beroperasi, PLTS hybrid tersebut menghasilkan sekitar 404.230 kWh energi bersih per tahun. Energi tersebut menggantikan sebagian penggunaan sumber energi fosil dalam kegiatan operasional tambang.
COR menyebut pemanfaatan PLTS tersebut dapat menurunkan emisi karbon dioksida (CO₂) sekitar 343.595,5 kilogram per tahun. Pengoperasian PLTS juga mengurangi ketergantungan terhadap batu bara hingga 272 kilogram per tahun.
Direktur COR Andi Jaya mengatakan, penerapan PLTS menunjukkan energi terbarukan dapat digunakan secara langsung untuk mendukung kegiatan pertambangan.
“Implementasi PLTS hybrid off-grid ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan energi terbarukan tidak semata sebuah wacana, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam operasional pertambangan,” ujar Andi dalam keterangan resmi yang diterima PETROMINER, Kamis (1/10).
Menurutnya, penggunaan energi surya menjadi bagian dari upaya mengurangi emisi dari kegiatan operasional sekaligus mendukung kebutuhan energi yang lebih efisien. Langkah tersebut juga sejalan dengan meningkatnya tuntutan terhadap rantai pasok nikel yang memiliki jejak karbon lebih rendah, terutama untuk kebutuhan industri kendaraan listrik dan baterai.
“Penggunaan PLTS juga membantu perusahaan meningkatkan kemandirian energi sekaligus mengurangi konsumsi energi fosil,” ungkap Andi.
Sementara Managing Director Xurya, Eka Himawan, mengatakan sistem hybrid off-grid memungkinkan energi surya diterapkan pada kegiatan pertambangan yang membutuhkan pasokan listrik andal dan berkelanjutan.
“Proyek ini menunjukkan bahwa PLTS dapat dirancang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan operasional pertambangan tanpa mengesampingkan keandalan pasokan energi,” kata Eka.
Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi mengapresiasi penerapan PLTS tersebut. Menurutnya, potensi energi surya di Morowali Utara cukup besar sehingga dapat dikembangkan untuk mendukung transisi energi di daerah.
“Langkah COR ini seyogyanya menjadi contoh bagi sektor pertambangan di daerah untuk turut mengambil bagian dalam transisi energi,” ujar Delis.









Tinggalkan Balasan