Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan lndustri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara.

Jakarta, Petrominer – Kementerian Perindustrian mendorong para pelaku industri manufaktur di Indonesia untuk memanfatakan Patent Mapping dalam mencari peluang inovasi pendukung kendaraan listrik. Ini perlu dilakukan agar terhindar dari masalah gugatan hukum dan tidak terjadi tumpang tindih.

“Hasil dari Patent Mapping dimaksudkan untuk dapat dijadikan acuan rekomendasi kebijakan dalam penyusunan strategi yang tepat,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan lndustri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara, Kamis (22/8).

Menurut Ngakan, para peneliti maupun pengambil kebijakan yang terlibat dalam melakukan kegiatan inovasi perlu memiliki pemahaman mengenai paten. Hal tersebut beralasan, karena paten terkait dengan hak cipta.

Ngakan menjelaskan bahwa Patent Mapping merupakan suatu metode untuk melakukan identifikasi dan pemetaan teknologi yang sedang berkembang melalui pengolahan dan pemanfaatan database paten di seluruh negara anggota World Intellectual Property Organization (WIPO).

“Melalui paten, kita mengetahui celah-celah mana yang harus kita miliki dan melakukan proses inovasi pembelajaran lebih lanjut untuk menyempurnakan apa yang telah dilakukan orang lain. Jadi, terhindar dari masalah gugatan hukum, serta tidak terjadi tumpang-tindih,” paparnya.

Dalam etimologinya, paten adalah hak eksklusif inventor atas invensi di bidang teknologi dalam kurun waktu tertentu untuk melaksanakan sendiri atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakan invensinya. Sementara hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ngakan menyebutkan, salah satu pemanfaatan Patent Mapping tools ini, misalnya untuk melakukan identifikasi dan pemetaan perkembangan teknologi daur ulang baterai di berbagai negara. Dalam hal ini, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung, salah satu unit kerja di bawah BPPI, sedang melakukan penelitian terkait daur ulang limbah baterai ion lithium.

“Jadi, nanti hasilnya diharapkan sebagai salah satu solusi dalam mengatasi potensi permasalahan lingkungan atas baterai kendaraan listrik di masa depan,” ungkapnya.

Pemerintah telah menerbitkan regulasi untuk menstimulus percepatan pengembangan produksi kendaraan listrik di dalam negeri. Ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Dalam pengembangan kendaraan listrik, 60 persen kuncinya ada pada baterai dan bahan untuk membuat baterai. Dalam perkembangannya ke depan, perlu dipertimbangkan bagaimana tata kelola penggunaan baterai dari kendaraan listrik, agar nantinya tidak menimbulkan permasalahan terhadap lingkungan.

“Oleh karena itu, BPPI sebagai unit kerja di lingkungan Kemenperin yang bertanggung jawab men-jalankan program pembentukan ekosistem inovasi, terus fokus men¬dorong terciptanya ekosistem inovasi dengan melibatkan parti¬sipasi dari seluruh stakeholder,” tegas Ngakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here