Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) melaporkan pencatatan realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sudah mencapai rata-rata 54 persen. Padahal baru memasuki pertengahan tahun. Ini merupakan bukti nyata komitmen Pertamina untuk terus meningkatkan TKDN dalam rangka menggerakkan perekonomian nasional.

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan TKDN. Secara bertahap dari target 30 persen di tahun 2020 hingga mencapai 50 persen pada tahun 2026 mendatang.

“Sesuai data hasil evaluasi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), selama tiga tahun terakhir yaitu tahun 2017 sampai 2019, TKDN Pertamina telah mencapai rata-rata 45,8 persen,” ujar Fajriyah, Senin (31/8).

Berdasarkan ketentuan perundang-undangan, menurutnya, Pertamina sebagai BUMN mendapat amanah dan tanggung jawab untuk mendorong pergerakan ekonomi nasional. Salah satunya dengan terus meningkatkan pemanfaatkan produk dalam negeri dan melibatkan industri domestik dalam proses bisnis dan proyek yang sedang dijalankan.

Fajriyah menyatakan, sebagai bukti nyata komitmen Pertamina untuk terus meningkatkan TKDN, realisasi tahun 2020 yang baru memasuki pertengahan tahun telah mencapai rata-rata 54 persen. Dengan rincian, TKDN berupa barang sebesar 43 persen dan untuk jenis jasa mencapai 65 persen.

“Nilai ini lebih tinggi dari standar TKDN dalam proyek Pertamina tahun 2020 yang sebesar 30 persen,” ungkapnya.

Konsistensi penguatan komponen dalam negeri yang dilakukan Pertamina dipercaya akan memperkuat industri nasional, membuka lapangan pekerjaan, dan mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk impor sehingga bisa menggerakkan roda perekonomian nasional.

Lebih lanjut, Fajriyah menjelaskan bahwa untuk menjamin nilai komponen dalam negeri terus meningkat, Pertamina melakukan program strategis TKDN melalui enam langkah. Pertama, merumuskan Sistem Tata Kerja (STK) TKDN yang berlaku untuk seluruh Pertamina Grup. Kedua, melakukan alignment STK pengadaan barang dan jasa dengan STK TKDN agar sesuai regulasi. Ketiga, merumuskan dan mengimplementasikan Key Performance Indicators (KPI) terkait TKDN. Keempat, mengembangkan digital dashboard dan e-katalog TKDN Pertamina.

Kelima, terus meningkatkan sinergi dengan surveyor dimulai dari tahap perencanaan, monitoring realisasi, dan compliance TKDN. Dan keenam, terus melakukan penguatan sinergi dengan pemerintah, industri manufaktur, dan Perbankan serta sinergi BUMN dalam peningkatan TKDN.

“Pertamina terus berupaya bersinergi dengan pemerintah dan melibatkan industri dalam negeri baik BUMN maupun swasta untuk memastikan bahwa kehadiran bisnis dan proyek Pertamina diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan negara dengan menggerakan perekonomian nasional,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here