Jakarta, Petrominer – Kepastian siapa yang bakal mengelola Blok East Kalimantan (Eastkal) pasca berakhirnya kontrak Chevron Indonesia Company pada 24 Oktober 2018 mendatang masih menimbulkan pertanyaan berbagai pihak. Meski begitu, Pemerintah telah memberi sinyal tidak akan melelang blok minyak dan gas bumi (migas) tersebut.

Apakah berarti PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang bakal mengelolanya sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 16/2015 dan No. 37/2016?

Direktur Utama BUMD Benuo Taka, Wahdiat Alghazali berharap Pemerintah Pusat tidak lagi menyerahkan ke PHE. Alasannya, Pertamina sudah menyatakan tidak berminat atas blok migas tersebut.

“Rasanya aneh ketika menyatakan tidak berminat, kok malah sekarang menarik lagi ucapannya,” ujar Wahdiat, Jum’at (9/2).

Menurutnya, sudah saatnya daerah khususnya Kabupaten Penajam Paser Utama (PPU) diberikan 100 persen pengelolaan Blok Eastkal secara business to business (B to B). Apalagi, masyarkat PPU sudah 40 tahun hanya menjadi penonton atas pengelolaan sumber daya alamnya.

“Kami siap dari sisi finansial, human capital dan teknologi dengan komitmen mempertahankan dan meningkatkan produksi, sebagaimana kami mengeloka Blok Wailawi ex Vico yang sudah berjalan lebih dari 13 tahun dan buktinya jalan sampai sekarang,”tegas Wahdiat.

Dia pun menegaskan bahwa seharusnya Blok Eastkal diberikan ke PPU apalagi sudah masuk dalam slot declining phase. Bagi PPU, blok ini secara B to B cukup ekonomis sebagai penambahan fiskal daerah yang selama ini anjlok akibat penurunan DBH Migas.

Malahan, Wahdiat mengaku PPU sudah didukung penuh oleh Komisi VII DPR RI agar dapat mengeloka secara B to B 100 persen, di luar PI 10 persen.

Hal senada juga disampaikan Ichwan Datu Adam, salah satu anggota Komisi VII Dapil Kaltimra. Ichrwan menyatakan sangat mendukung jika Blok Eastkal diberikan penuh ke BUMD Benuo Taka.

“Apalagi Pertamina sudah cukup dengan Blok Mahakam, maka Blok Eastkal pantas dilepaskan saja ke BUMD,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here