
London, Petrominer – Impor LNG Eropa mencapai rekor tertinggi pada Januari 2022. Kondisi ini bisa naik lagi jika pasokan gas melalui pipa dari Rusia mengalami penurunan, atau bahkan berhenti sama sekali.
Namun terminal-terminal LNG Eropa telah berjalan dengan kapasitas tinggi. Sementara batas kapasitas pipa gas lintas negara akan membatasi tingginya impor ke beberapa negara, seperti Spanyol.

Ed Cox, Head of Global LNG ICIS
=====================
Agar LNG bisa ikut bagian yang jauh lebih besar dari bauran gas Eropa, diperlukan tambahan infrastruktur impor. Seperti rencana terbaru pembangunan terminal impor di Jerman. Begitu pula, perluasan atau tambahan terminal LNG yang sudah ada bisa menjadi pilihan lain.
Terminal LNG Gate di Belanda dan Zeebrugge di Belgia akan diperluas tahun 2024. Sementara terminal LNG di Polandia ditambah kapasitasnya pada tahun 2023. Namun tidak satu pun dari opsi ini yang memberikan solusi langsung atas setiap besarnya kekurangan, dan kapasitas yang lebih besar tidak selalu mengarah pada pasokan yang lebih banyak. Sebagian besar LNG ke Eropa dipasok secara fleksibel dan bakalan dikirim ke bagian lain dunia, kecuali harga di Eropa bisa lebih menarik.

Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menandatangani kontrak pengiriman tetap LNG untuk menjamin volume. Namun pasokan ini mungkin dengan harga premium dan fleksibilitas pembeli yang terbatas saat permintaan gas Eropa turun. Semua ini tanpa mempertimbangkan peran besar LNG Rusia ke Eropa yang ikut bermain bersama gas pipa Rusia.
LNG Eropa
Porsi LNG dalam bauran pasokan gas Eropa telah berfluktuasi secara luas dalam beberapa tahun terakhir. Kadang kala mencapai tingkat terendah 7 persen, namun pada Januari 2022 mencapai rekor tertinggi 32 persen. Berdasarkan data ICIS LNG Edge, impor LNG Eropa mencapai rekor tertinggi 9,53 juta ton pada Januari 2022 lalu.

Malahan, impor LNG Eropa pada 28 Februari 2022 menjadi yang tertinggi kedua dalam sebulan, yakni sebesar 8,14 juta ton.
Kapasitas Terminal
Sebenarnya, ada banyak kapasitas yang tersedia untuk membawa lebih banyak LNG ke Eropa. Menurut data ICIS LNG Edge, utilisasi terminal LNG Eropa, tidak termasuk Turki, mencapai 67 persen hingga kini. Meskipun masih jauh di bawah tingkat maksimum, namun meningkat dibandingkan rata-rata 12 bulan terakhir yang sebesar 49 persen.

Dengan adanya penurunan pasokan gas melalui pipa dari Rusia dalam beberapa bulan terakhir, dan kenaikan harga gas di Eropa, telah mengundang lebih banyak LNG ke terminal Eropa, terutama dari AS. Total kapasitas impor LNG Eropa mencapai lebih dari 156 mtpa, yang setara dengan 13 m ton per bulan. Ini naik 3,5 juta ton atau 36 persen dari yang dikirimkan pada Januari 2022.
Tingkat utilitas 100 persen terminal LNG akan memberi porsi LNG sampai 40 persen dari bauran pasokan gas Eropa selama bulan Januari 2022. Tentunya, jika pasokan lainnya tetap tidak berubah.
Dengan kata lain, bahkan pada tingkat maksimum, kondisi tersebut tidak akan mampu menggantikan porsi gas pipa Rusia. Sementara utilitas 100 persen tidak akan pernah tercapai. Beberapa terminal impor utama di Eropa barat laut telah beroperasi dengan kecepatan maksimum sepanjang tahun ini. Termasuk terminal LNG Gate di Belanda, Montoir di Perancis, Zeebrugge di Belgia dan Dragon di Inggris.
Mereka yang dapat membawa lebih banyak LNG namun tidak memiliki koneksitas yang lebih baik ke pasar gas Eropa akan terbatas dalam menikmati tambahan impor LNG tersebut. Lima terminal dengan utilisasi terendah tahun ini berada di Spanyol, yang memiliki kapasitas impor LNG terbesar di Eropa. Namun Spanyol hanya bisa mengekspor gas melalui pipa ke Perancis. Kapasitas pasokan harian maksimum dari Spanyol ke Perancis adalah 20 juta meter kubik, ini setara dengan pengiriman maksimum harian hanya dari satu terminal LNG.
Jadi LNG Spanyol tidak memiliki rute utama ke pusat permintaan gas yang lebih tinggi di Eropa barat laut. Meski begitu, Spanyol dapat menyimpan lebih banyak LNG dalam tangki yang kemudian dapat diisi ulang dan dibawa ke terminal lain di Eropa.
LNG Rusia
Berdasarkan data impor LNG, Rusia memegang bagian yang lebih besar setelah mulai beroperasinya kilang LNG Yamal pada tahun 2017. Malahan, pada tahun 2021, LNG Rusia menjadi pemasok terbesar ketiga ke Eropa, setelah AS dan Qatar.
Menurut ICIS LNG Edge, lebih dari 18 persen LNG Eropa dipasok dari Yamal pada tahun 2021. Sementara volume gas pipa Rusia menurun, karena kuatnya LNG Rusia. Ini sekali lagi menekankan sejauh mana sumber energi dari Rusia telah tertanam di pasar Eropa.

Qatar akan meningkatkan produksi LNG-nya di tahun 2020-an. Sementara proyek-proyek baru diharapkan dapat meningkatkan produksi LNG AS. Namun pertumbuhan produksi LNG global masih sangat terbatas dalam dua hingga tiga tahun ke depan. LNG Yamal LNG mayoritas dimiliki oleh Novatek dari Rusia. Total Energies dari Perancis dan CNPC dari China juga bakal ikut berperan.

























