Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih memberi penghargaan kepada pengusaha IKM yang tahun ini naik kelas. Dengan bantuan angel investor, omzet para IKM ini bisa naik berkali-kali lipat.

Jakarta, Petrominer – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) terus berupaya meningkatkan kelas para pengusaha kecil dan menengah agar bisa menjadi pengusaha besar dan tangguh. Itu dilakukan secara konkret melalui inkubasi proses bisnis industri kecil dan menengah (IKM) kreatif.

Menurut Dirjen IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih, pihaknya senantiasa berkeinginan meningkatkan kelas pengusaha dari kecil menjadi menengah. Sementara mereka yang sudah ada di kelas menengah, difasilitasi sehingga bisa menjadi perusahaan besar tetapi tetap tangguh.

“Khusus yang terkait dengan kreatif bidang kriya dan fesyen, dilakukan melalui program Creative Business Incubator 2019 (CBI), salah satu rangkaian kegiatan Bali Creative Industry Center (BCIC),” ujar Gati, Selasa (5/11).

Dia menjelaskan, Meski tahun 2020 anggaran belanja di Ditjen IKMA mengalami penurunan, pihaknya bersama jajaran Kemenperin tetap komitmen membuat program kerja yang memacu lahirnya IKM berkualitas. Tidak hanya itu, Kemenperin juga terus mendorong tumbuhnya inkubator bisnis, dan tetap konsisten menjalankan program Making Indonesia 4.0 dengan memperkenalkan IKM ke dalam sistem kerja digital dan e-commerce.

Sementara untuk bidang lainnya, Ditjen IKMA berkolaborasi dan mempertemukan para pengusaha IKM dengan perusahaan besar di bidang elektronika, seperti PT Panasonic. Langkah ini ditempuh terutama untuk mengisi rantai pasokan produksi dengan produk IKM yang difasilitasi Kemenperin.

Dalam merealisasikan program ini, menurut Gati, Kemenperin senantiasa berkolaborasi dengan sejumlah instansi lainnya seperti Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), serta Kementerian Koperasi dan UKM.

Inkubator Bisnis Kreatif (CBI) merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari BCIC, yang telah dilaksanakan sejak tahun 2015. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan bisnis pengusaha baru yang bergerak di Industri Kreatif subsektor Fesyen dan Kriya.

Program ini dilaksanakan dalam dua batch. Batch 1 dilaksanakan di Jakarta pada 17 September-5 November 2019. Dan Batch II di Denpasar pada 23 Oktober-7 Desember 2019.

Batch I diikuti 30 tenant inkubator dan telah menyelesaikan seluruh rangkaian materi pelatihan. Tahun ini, lahir dua inkubator, dan diharapkan jumlah mereka yang lolos akan semakin banyak.

Dalam Batch I ini, Ditjen IKM bekerjasama dengan sejumlah angel investor. Sementara tim juri business pitching terdiri dari perwakilan Universitas Prasetiya Mulya, KADIN Indonesia, Putera Sampoerna Foundation, Angel Investment Network Indonesia dan juga sejumlah angel investor.

Para tenant Inkubator Bisnis Kreatif BCIC Batch I telah mengikuti proses kelulusan (Graduation) dan ditetapkan tiga peserta terbaik. Kemudian, para tenant melakukan business pitching di hadapan akademisi, praktisi dan angel investor.

Ditjen IKMA juga mengundang pelaku usaha untuk sesi sharing di antaranya Brodo, Mohoi, Adorableproject, Matoa, Noesa dan Noonakusignature. Dengan demikian, para peserta memahami materi dalam teori ataupun penerapannya. Pada tahun 2020, program ini akan dilanjutkan dengan program pendampingan yang mengacu kepada rencana bisnis yang sudah disusun.

Sesi foto bersama peserta program Creative Business Incubator 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here