Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) mengebut pembangunan jaringan transmisi listrik atau Tol Listrik di Sumatera untuk mengalirkan pasokan listrik dari Selatan ke Utara. Semakin cepat pembangunan jaringan transmisi sepanjang 19.000 kilometer sirkit (kms) ini, penghematan yang diperoleh PLN juga kian besar.

Pembangunan tol listrik di wilayah Sumatera ini merupakan bagian dari rencana pembangunan jaringan trasmisi sepanjang 46.000 kms yang harus dibangun PLN untuk mengalirkan listrik dari pembangkit-pembangkit listrik Program 35.000 mega watt (MW). Jaringan transmisi yang dibangun tersebut adalah jaringan transmisi 275 kilo volt (kV) dan 500 kV.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto, mengungkapkan bahwa pembangunan tol listrik di Sumatera ini dibutuhkan untuk mengalirkan pasokan energi terutama dari pembangkit besar yang mayoritas banyak terdapat di Sumatera Selatan (Sumsel). Sedangkan konsumsi listrik justru banyak berada di Sumatera bagian utara.

“Alhasil listrik dari pembangkit di selatan perlu dialirkan ke Sumatera bagian tengah dan utara lewat tol listrik. Untuk itulah pembangunan tol listrik di Sumatera terus dikebut agar evakuasi daya bisa dilakukan secara maksimal,” ujar Wiluyo, Minggu (27/8).

Menurutnya, sampai semester pertama 2017 ini, PLN telah berhasil menyelesaikan 1.658 kms yang membentang dari Lahat-Payakumbuh, Sarulla-Sidempuan, Pangkalan Susu-Galang. Dalam waktu dekat yang akan beroperasi yakni tol listrik dari Payakumbuh-Padang Sidempuan dengan panjang 600 kms.

Dan saat ini PLN telah berhasil membebaskan lahan untuk pembangunan selanjutnya yakni 2.213 titik tapak tower.

“Makin cepat penyelesaian tol listrik, evakuasi daya makin terjamin dan pasokan listrik makin handal, tak kalah penting hal ini menyebabkan PLN berpotensi menghemat miliaran rupiah per bulan,” ungkap Wiluyo.

Untuk pembangunan transmisi 150 kV, di semester awal 2017 ini, PLN telah berhasil mengevakuasi daya sepanjang 1.932 kms. Pada bulan Agustus saja, PLN telah berhasil mengoperasikan transmisi 150 kV Bukit Kemuning-Liwa sepanjang 120 kms dan Gardu Induk (GI) Liwa 30 MVA.

Dengan masuknya transmisi Bukit Kemuning-Liwa dan GI Liwa, PLN berhasil menekan susut distribusi yang selama ini terjadi serta berhasil meningkatkan kehandalan tegangan di pesisir barat lampung. Selain itu, dengan perluasan jaringan ini, potensi pendapatan yang diterima PLN mencapai Rp 8,2 miliar per bulan.

Masih bulan Agustus, PLN juga telah berhasil menyelesaikan transmisi Tenayan-Perawang sepanjang 21,483 kms serta trafo 60 MVA di GI Perawang.

Penyelesaian transmisi 150 kV Tenayan-Perawang tergolong cepat pengerjaannya, sejak dimulai pada 5 Oktober 2016 dan selesai Agustus 2017. Dengan beroperasinya SUTT Tenayan- Perawang ini, PLN menjamin kehandalan pasokan listrik di daerah tersebut, karena selama ini pasokan listrik didistribusikan melalui transmisi 20 kV saja.

Dengan adanya transmisi Tenayan- Perawang, PLN berpotensi mendapatkan peningkatan pendapatan hingga Rp 16,5 miliar per bulan.

“Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan Pemerintah setempat dan warga yang merelakan lahannya untuk pembangunan tapak tower. tentu saja semangat dari seluruh team di lapangan juga menjadi kunci percepatan pembangunan tol listrik dan jaringan transmisi di Sumatera,” tutup Wiluyo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here