, , ,

Berkat Signify, Tak Ada Lagi Api Unggun di Pertemuan Warga

Posted by

Jakarta, Petrominer – Masyarakat di sejumah desa terpencil Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan, Maluku, kini bisa lebih leluasa beraktivitas di malam hari. Jalan-jalan dan fasilitas umum desa di kedua kabupaten tersebut diterangi lampu LED bertenaga surya, sehingga membantu masyarakat meningkatkan mobilitas dan aktivitas di malam hari.

Ini berkat realisasi program ‘Kampung Terang Hemat Energi’ (KTHE) atau Bright Energy-Saving Villages yang digagas Signify di lebih dari 30 desa terpencil di Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan. Didukung penuh oleh Signify Foundation, program ini telah membawa manfaat langsung kepada 35.000 warga di kedua kabupaten tersebut melalui pemasangan lampu sorot Philips Essential SmartBright Solar Flood Light dan lampu jalan Philips Essential SmartBright Solar Street Light.

“inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen Signify dalam menyediakan akses pencahayaan bagi masyarakat di desa-desa terpencil. Kami percaya program ini tidak hanya meningkatkan mobilitas dan kemudahan bagi aktivitas warga, tetapi juga turut mendorong ekonomi lokal,” ujar Presiden Direktur Signify Indonesia, Dedy Bagus Pramono, dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Selasa (23/12).

Pendistribusian lampu LED bertenaga surya ini membantu meningkatkan mobilitas masyarakat di desa-desa terpencil. Jalan yang tadinya gelap kini menjadi terang, sehingga memberikan kemudahan dan rasa aman bagi warga yang melintasinya.

“Akses pencahayaan juga memungkinkan pelayanan kesehatan di malam hari, terutama untuk penanganan darurat. Program ini sekaligus berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan ekonomi masyarakat, seperti dalam mendukung kelancaran operasional malam hari penyulingan minyak kayu putih yang menjadi komoditas andalan setempat, serta meningkatkan kualitas pertemuan warga dalam mendiskusikan pembangunan desa,” ungkap Dedy.

Dalam pelaksanaannya, program KTHE di Maluku ini juga didukung oleh Yayasan Walang Perempuan, sebuah NGO yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dan anak-anak.

“Pencahayaan yang disediakan melalui program KTHE ini meningkatkan rasa aman bagi warga, terutama perempuan dan anak-anak, dalam beraktivitas pada malam hari. Selain itu, pencahayaan turut mendukung kegiatan masyarakat seperti pertemuan warga, pelayanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi berbasis minyak kayu putih,” ujar Direktur Yayasan Walang Perempuan, Ella Loupatty.

Berkat bantuan lampu LED dari Signify, pertemuan warga di malam hari tidak lagi menggunakan api unggun.

Api Unggun

Sementara Kepala Desa Waelo, Iswahyudi, mengungkapkan bahwa keterbatasan akses listrik membuat jalanan gelap pada malam hari. Dia memahami betul kesulitan warga karena tidak adanya penerangan.

“Sebelumnya, kami hanya mengandalkan api unggun untuk pertemuan di balai desa. Selain tidak dapat melihat dengan jelas, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan pernapasan warga,” ujar Iswahyudi

Namun kini, ungkapnya, warga dapat berkumpul dan berkomunikasi dengan lebih baik tanpa rasa khawatir.

“Hari kedatangan bantuan lampu menjadi momen yang sangat membahagiakan. Saya berharap cahaya ini menjadi simbol semangat baru bagi kemajuan Desa Waelo,” tegas Iswayudi.

Dengan total bantuan senilai Rp 3 miliar, program KTHE di Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan telah memasang 3.267 unit Philips Essential SmartBright Solar Flood Light untuk fasilitas umum seperti puskesmas, lapangan, dan balai desa, serta 600 unit Philips Essential SmartBright Solar Street Light untuk penerangan jalan desa.

Signify memulai inisiatif ‘Kampung Terang Hemat Energi’ sejak tahun 2008, yang saat ini telah menjangkau lebih dari 130.000 orang di 85 desa terpencil di seluruh Indonesia. Program ini telah menghadirkan lebih dari 16.500 titik pencahayaan baru yang mengubah wajah-wajah desa terkait, memberikan penerangan yang berdampak positif bagi masyarakat penerimanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *