Jakarta, Petrominer – Pengelolaan blok Mahakam akan segera dialihkan dari Total E&P Indonesie kepada PT Pertamina Hulu Mahakam. Saat ini, sedang dilakukan pembenahan untuk mengantar pergantian kepemilikan tersebut.

Layaknya sebuah pergantian kepemilikan, maka cukup banyak aspek-aspek teknis yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah transisi vendor dan karyawan yang selama ini sudah berkontrak dengan Total E&P Indonesie.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) patut mengawal proses pengalihan ini untuk menjaga kesinambungan operasi dan juga menjaga produksi minyak dan gas bumi (migas) dari Blok Mahakam. Apalagi, blok migas di Kalimantan Timur ini berkontribusi sampai 22 persen terhadap produksi gas nasional.

Untuk itulah, SKK Migas telah menginisiasi kebijakan contract mirroring yang mengalihkan kontrak-kontrak dengan penyedia barang dan jasa yang dimiliki oleh Total E&P Indonesie langsung kepada Pertamina Hulu Mahakam. Kebijakan contract mirroring yang mencakup lebih dari 500 kontrak ini akan memberikan kepastian kesinambungan operasi.

Beberapa kontrak yang vital untuk menjamin kelangsungan operasional di lapangan diantaranya adalah terkait kontrak sumber daya manusia (Man Power Contract), yang melibatkan hampir 2.000 karyawan yang bekerja sehari-hari di Blok Mahakam. Selain itu, ada juga kontrak-kontrak kapal, rig dan penunjang operasi lainnya juga turut menjadi bagian dari contract mirroring ini.

Secara keseluruhan, nilai kontrak yang tercakup dalam masa transisi ini mencapai lebih dari US$1,5 miliar. Ini menjukkan bahwa industri hulu migas masih bergeliat dan berkontribusi untuk mendorong perputaran roda perekonomian di Indonesia.

“Kebijakan ini diambil untuk menjamin keberlangsungan produksi kumulatif sebesar 18,7 TCF gas bumi serta minyak bumi dan kondensat sebesar 1,46 GBBLS di Blok Mahakam,” ujar Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas Djoko Siswanto, Sabtu (4/11).

Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Djoko Siswanto.

Menurut Djoko, kebijakan ini diambil untuk mendukung arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan yang menyampaikan bahwa masa peralihan tidak boleh berdampak kepada semua kegiatan, termasuk produksi.

Kebijakan contract mirroring ini akan dimulai semenjak 1 Januari 2018 dan berlaku selama satu tahun. Implementasi contract mirroring ini dilaksanakan pertama kali melalui penyerahan surat keputusan SKK Migas yang diwakili oleh Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa, Erwin Suryadi, kepada Ketua Tim Persiapan Pengelolaan Mahakam, Judha Sumarianto, dan perwakilan Total E&P Indonesia.

“SKK Migas berperan aktif untuk mengawal kebijakan Pemerintah terhadap kelangsungan proses transisi di Blok Mahakam ini. Dengan penyerahan surat persetujuan atas mekanisme contract mirroring ini maka para vendor dapat tetap beraktivitas seperti biasa karena kepastian telah memperoleh kepastian kontrak,” ujar Erwin.

Judha, sebagai perwakilan dari PT Pertamina Hulu Mahakam, mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh SKK Migas tersebut. Dia pun berjanji akan terus menjaga kinerja dari produksi maupun biaya produksi yang dikeluarkan oleh Pertamina Hulu Mahakam nantinya.

Bagian hukum dari Total E&P Indonesie telah memberikan penjelasan detail mengenai tata cara dan tahapan yang akan dilakukan untuk menyelesaikan proses contract mirroring dari ratusan kontrak yang ada. Diharapkan seluruh proses dapat diselesaikan di bulan Nopember 2017 ini.

Menurut Erwin, SKK Migas memberikan perhatian besar atas penggunaan TKDN dalam industri hulu migas. Akan tetapi, di sisi lain, SKK Migas juga mendorong pelaku bisnis di Indonesia untuk tidak terlena dengan adanya dukungan ini. Penyedia barang dan jasa dalam negeri diminta untuk terus berbenah diri sehingga dapat menghasilkan produk dengan kualitas dan harga yang bersaing dengan produk impor.

“Di era ketika harga minyak masih rendah, maka efisiensi menjadi sebuah kunci utama bagi industri hulu migas untuk dapat bertahan,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here