Tarsius Bancanus (Cephalopachus Bancanus Bancanus), salah satu primata endemik di Bangka Belitung.

Pangkalpinang, Petrominer — Keberadaan PT PLN (Persero) dalam usaha penyediaan tenaga listrik tidak jarang bersinggungan dengan keberadaan flora dan fauna di hutan. Inilah yang mendorong BUMN tersebut untuk ikut berkontribusi melestarikan lingkungan, utamanya dalam rangka penyelamatan satwa dari kepunahan.

Seperti yang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kondisi hutan di wilayah ini sebagai habitat alami satwa kian kritis dengan adanya penambangan timah yang begitu masif di awal tahun 2000-an. Kondisi ini diperburuk lagi dengan pembukaan perkebunan-perkebunan sawit dalam skala besar.

Satwa hutan pun kian berkurang jumlah akibat perburuan liar yang tak terkendali. Salah satu satwa yang populasinya semakin kritis adalah Tarsius. Hingga kini, populasi primata bermata besar ini tidak lebih dari seribu ekor.

Apalagi dengan adanya jaringan listrik PLN menembus hutan, satwa ini kian terbatas pergerakannya. Malahan, di beberapa kasus gangguan listrik, hewan Kukang dan Tarsius ini sering menjadi penyebabnya. Kadang kala ditemukan hewan ini mati setelah menyentuh jaringan listrik sehingga mengakibatkan gangguan pada jaringan listrik tersebut.

Melihat kondisi tersebut, dengan menggandeng komunitas pelestarian flora dan fauna (Alobi), dan Pemerintah Daerah, PLN melalui Program PLN Peduli membangun Mini Zoo yang berfungsi untuk habituasi dan edukasi satwa bernama latin Cephalopachus Bancanus Bancanus di Jalan Sumedang, Kelurahan Kejaksaan, Taman Sari, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Oleh karena itu, dengan adanya lokasi habituasi ini dapat meminimalisasi terjadinya gangguan listik akibat binatang, terutama satwa endemik Bangka tersebut.

Ketua Komunitas Alobi, Langka Sani, mengungkapkan mini zoo didirikan sebagai proses habituasi dan edukasi satwa-satwa yang ada. Satwa di fasilitas itu didapat dari tangkapan perburuan liar dan jual beli ilegal. Satwa-satwa tersebut kemudian dihabituasi, yaitu direhabilitasi sebelum dilepas ke alam bebas.

“Pemantauan dilakukan mulai dari kesehatan, pemulihan karakter satwa agar dapat bertahan hidup di alam nantinya,” ujar Langka Sani.

Kemudian dari sisi edukasinya, dia menambahkan hal tersebut ditujukan kepada para pelajar, mahasiswa, kelompok pecinta lingkungan, dan masyarakat umum untuk menambah pengetahuan tentang satwa dilindungi ataupun satwa liar.

Upaya ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Bahkan, Dirjen Penegakan Hukum Kementerian LHK, Rasio Ridho Sani telah menyampaikan dukungan kepada anak-anak muda Alobi atas semangatnya dalam memperjuangkan kelestarian lingkungan hidup.

Pria yang akrab dipanggil Roy ini juga mengapresiasi PLN atas kepeduliannya terhadap persoalan lingkungan.

“Kami mengapresiasi PLN sebagai perusahaan energi kelas dunia yang juga memberikan perhatian pada persoalan-persoalan lingkungan hidup dan kehutanan, termasuk persoalan konservasi, tumbuhan, dan satwa yang dilindungi,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, Nazalius. Dia pun menyambut dengan antusias kegiatan yang dilaksanakan oleh PLN bersama dengan Alobi ini.

“Kami sebagai pemerintah daerah sangat antusias dan mengapresiasi kegiatan ini, karena bukan hanya sebatas pada charity namun juga melihat dan membina perkembangannya dari tahun ke tahun. Kami berharap ini jalan terus dan dapat menjadi percontohan bagi tempat lain,” ujar Nazalius.

Kerjasama antara PLN dan Alobi ini sifatnya berkelanjutan hingga menjadi mandiri. Di tahun pertama, bantuan fisik berupa pembuatan kandang dan taman. Di tahun kedua 75% fisik yakni sarana operasional pelepasan dan penjemputan satwa serta 25% berupa pelatihan kemandirian wirausaha bagi pengurus Alobi. Hingga nantinya pada tahun ke-4 atau ke-5 program CSR ini, Alobi dapat secara mandiri mengelola mini zoo tersebut.

“Menyenangkan sekali bisa datang ke sini melihat dan belajar mengenai satwa yang dilindungi. Ini bisa jadi alternatif wisata menghabiskan akhir pekan bersama teman,” ujar Wina salah seorang pengunjung.

Tidak hanya satwa, PLN juga sangat memperhatikan tanamannya melalui program penghijauan. Hingga kini, PLN telah menanam 12.000 pohon yang tersebar di Wilayah Bangka Belitung.

Malahan, salah satu program penanaman pohon di Bangka Belitung telah mendapatkan penghargaan Indonesia Green Award tahun 2017 ini oleh lembaga La Tofi dan Kementerian Lingkungan Hidup. Hal ini merupakan bentuk komitmen PLN di bidang lingkungan hidup.

General Manager PLN Wilayah Bangka Belitung, Susiana Mutia, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk menyalurkan program-program CSR untuk semakin memberdayakan masyarakat. PLN juga berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menyelesaikan isu-isu pelestarian lingkungan hidup melalui pemberdayaan masyarakat.

“Dengan program CSR ini, PLN dapat mendorong masyarakat untuk bertumbuh dan berkembang bersama PLN. Semoga apa yang sudah apa yang sudah dimulai ini dapat dituai oleh anak-cucu kita di kemudian hari,” ujar Susiana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here