Beban Puncak Jawa Bali 24.461 MW

0
520

Jakarta, Petrominer — Beban puncak Sistem Jawa-Bali mencatat rekor baru. Ini terjadi meski belum memasuki pertengahan tahun 2016. Padahal, jika merunut keenam tahun terakhir, fenomena beban puncak listrik tertinggi biasa terjadi setiap akhir tahun,

Rekor baru beban puncak itu tercatat pada 13 Mei 2016 pukul 18.00 WIB, yang mencapai 24.461 megawatt (MW). Angka ini meningkat 203 MW dari rekor tertinggi sebelumnya, yakni 24.258 MW yang tercatat pada 5 November 2015 pukul 18.00 WIB.

Menurut Manager Senior Public Relations PLN, Agung Murdifi, beban puncak Sistem Jawa Bali mulai meningkat sejak 10 Mei 2016 menjadi 24.288 MW. Kemudian tiga hari berikutnya, beban puncak semakin tinggi hingga mencapai 24.461 MW.

“Peningkatan di tahun 2016 ini lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Agung, Minggu (15/5).

Dia menjelaskan, peningkatan yang terjadi lebih cepat ini disebabkan oleh meningkatnya pertumbuhan konsumsi listrik yang dibarengi dengan pertumbuhan jumlah pelanggan. Hingga saat ini, total jumlah pelanggan di Jawa-Bali mencapai lebih dari 40 juta dengan daya tersambung sebesar 78.540 Mega Volt Ampere (MVA).

Dari jumlah tersebut, konsumsi listrik pelanggan bisnis dan industri pada Waktu Beban Puncak (WBP) juga turut mempengaruhi peningkatan beban puncak. Jumlah konsumsi listrik kedua golongan tersebut pada April 2016 sebesar 991.463.549 kWh. Angka ini meningkat 11.104.931 kWh dibanding November 2015 yang sebesar 980.358.618 kWh.

“Peningkatan konsumsi listrik pada waktu beban puncak ini diperkirakan karena meningkatnya produksi oleh pelanggan industri dan bisnis menjelang bulan Ramadhan,” ujar Agung.

Adapun penggunaan listrik dalam rumah tangga, AC mengkonsumsi listrik paling besar dibanding alat-alat elektronik lainnya. Hingga April 2016, ada lebih dari 37 juta pelanggan rumah tangga di Jawa-Bali.

Saat ini, daya mampu Sistem Jawa-Bali memang masih surplus, yaitu sebesar 31.614 MW. Meski begitu, PLN terus berupaya memenuhi kebutuhan pasokan listrik ke depan dengan membangun pembangkit, jaringan transmisi, dan gardu induk. PLN juga menghimbau pelanggan agar lebih peduli dan bijak dalam menggunakan listrik, terutama untuk pemakaian yang bersifat konsumtif. Hal ini bisa dilakukan dengan mematikan alat-alat elektronik, seperti televisi, radio, dan Air Conditioner (AC) yang sedang tidak digunakan. Bijak menggunakan listrik akan menekan pemakaian dan menghemat tagihan listrik.

Jika merunut ke enam tahun terakhir, fenomena beban puncak listrik tertinggi di Sistem Jawa-Bali biasa terjadi setiap akhir tahun:

1. 20 Oktober 2010, jam 18:00, sebesar 18.100 MW
2. 30 November 2011, jam 19:00, sebesar 19.739 MW
3. 15 Oktober 2012, jam 18:00, sebesar 21.237 MW
4. 17 Oktober 2013, jam 18:30, sebesar 22.567 MW
5. 21 Oktober 2014, jam 18:00, sebesar 23.900 MW
6. 5 November 2015, jam 18:00, sebesar 24.258 MW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here