Banda Aceh, Petrominer – Jaringan transmisi dalam kondisi aman dan terjaga merupakan hal penting dan harus selalu diperhatikan. Ini untuk memastikan pasokan listrik selalu andal. Di sinilah peran dari Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban (UIP3B) PT PLN (Persero).
Unit inilah yang bertugas menjaga hal itu. Secara rutin, para petugas dari UIP3B melakukan inspeksi dan perawatan rutin. Mereka memastikan tidak ada yang mengganggu jaringan dan transmisi dalam keadaan prima.
Dalam melakukan pekerjaan yang penuh resiko ini, ternyata PLN mempunyai tim yang keseluruhannya adalah wanita. Tim Srikandi ini tergabung dalam Unit Pelayanan Transmisi (UPT) Banda Aceh.
Sehari-hari, mereka bertugas memastikan tower transmisi bebas dari gangguan dan dalam kondisi stabil. Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi tanam tumbuh, struktur bodi tower, thermovisi Joint Hotspot, dan pentanahan untuk menghindari gangguan petir.
Seperti yang dilakukan Srikandi UPT Banda Aceh yang melakukan assesmen terhadap tower transmisi SUTT 150 KV Banda Aceh – Sigli.

Assesmen tersebut dilakukan untuk memastikan tower Transmisi dalam kondisi healthy atau aman, sehingga kehandalan penyaluran listrik ke pusat ekonomi Provinsi Aceh, yaitu kota Banda Aceh, dapat terjaga
Salah satu Srikandi UPT Banda Aceh, Rara Anindya Putri, menyatakan sangat bangga bisa bergabung dalam tim Srikandi PLN. Apalagi, pekerjaan itu untuk memastikan seluruh transmisi dalam kondisi yang prima sehingga bisa menyalurkan aliran listrik kerumah warga dengan baik.

“Menjaga asset dan memastikan tower listrik dalam keadaan aman adalah salah satu tugas kami. Meski kami harus keluar masuk hutan, namun perasaan lelah ini terbayarkan demi pelayanan listrik yang andal sampai ke rumah warga,” ungkap Rara.
Jaga Tower dengan Gajah
Tidak hanya gangguan petir, teknik atau pohon tumbang, gangguan tower juga bisa datang dari kawanan gajah yang mencoba menggarukkan tubuhnya ke tower. Selain berbahaya bagi gajah itu sendiri, kekuatan tower juga terancam dan bisa mengakibatkan tower transmisi roboh.
Untuk mencegah hal itu, UPT Banda Aceh mencoba menghalau kawanan gajah dengan gajah jinak yang bernama Mega dan Bidok. Tugas kedua gajah ini adalah untuk menjaga agar gajah-gajah lain tidak mendekati tower.

Gajah-gajah tersebut diperlakukan dengan baik dan dilatih dengan telaten. Upaya ini dilakukan demi menjaga sistem kelistrikan di Banda Aceh selalu andal. Adanya gajah jinak ini sangat membantu. Saat ada kawanan gajah yang mendekat, mereka bisa mengusir gajah tersebut agar tower transmisi tetap terjaga.
Kedua gajah tersebut dijinakkan dan dilatih oleh Dian dan Jufri Santoso sejak tahun 2015 lalu. Dan mulai membantu PLN setahun terakhir.









Tinggalkan Balasan