, , ,

Ada 3 Desa Energi Berdikari di Sumatera Selatan

Posted by

Lahat, Petrominer – PT Pertamina (Persero) meresmikan Program Desa Energi Berdikari (DEB) di tiga lokasi di Provinsi Sumatera Selatan, yakni Desa Singapure (Kabupaten Lahat), Desa Rantau Dedap (Kabupaten Muara Enim), dan Desa Sungai Gerong (Kabupaten Banyuasin). Acara peresmian dipusatkan di Desa Singapure, Lahat, Kamis (28/8).

Program DEB merupakan inisiatif Pertamina untuk mendukung transisi energi nasional, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta mempercepat pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan Asta Cita nomor 6, yaitu membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

“Melalui program unggulan ini, Pertamina tidak hanya menghadirkan akses energi bersih, namun juga mendorong pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar VP CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, saat meresmikan ketiga Program DEB Pertamina tersebut.

Menurut Rudi, sustainability menjadi kata kunci di setiap DEB Pertamina di seluruh Indonesia. Program ini hadir untuk masyarakat, menghadirkan energi sekaligus membuka jalan bagi peningkatan pendapatan mereka. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan.

Dampak Nyata

Turut hadir dalam acara peresmian Kepala Cabang Dinas ESDM Regional IV Sumatera Selatan, Juhansyah, yang menyampaikan apresiasinya untuk Pertamina.

“DEB Pertamina tidak hanya memberikan kemandirian energi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sejalan dengan target Net Zero Emission 2060,” ungkap Juhansyah.

Pengembangan DEB di Sumatera Selatan difokuskan pada dua aspek utama. Pertama, melalui penyediaan Energi Terbarukan, dengan standarisasi infrastruktur PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) dan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). Kedua, Pemberdayaan Ekonomi Lokal, dengan mengoptimalkan produksi kopi, pertanian, perikanan, serta pengembangan ekowisata.

Program DEB Sumatera Selatan menjadi dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Di Desa Singapure, masyarakat mendapatkan fasilitas PLTS berkapasitas 2,2 kWp, dan tersambung ke fasilitas umum seperti sekolah, Balai Desa, BumDes, dan Kantor Desa. Selain itu, Desa ini juga terdapat PLTMH berkapasitas 10 kWh yang dapat bermanfaat untuk rumah warga. Dukungan tambahan lainnya, desa ini juga terdapat fasilitas berupa mesin pengolah kopi, fasilitas dome kopi, kolam ikan, dan bioplok ikan dengan aerator berbasis energi surya.

Dampak kebermanfaatan masyarakat di Desa Rantau Dedap, di antaranya fasilitas PLTMH berkapasitas 47 kWh, untuk kebutuhan rumah warga, masjid, sekolah, UMKM, dan penerangan jalan sepanjang 4 km, serta diberdayakan sebagai wisata edukasi pertanian dengan panen kentang dan strawberry.

Sementara di Desa Sungai Gerong, warga sekitar juga difasilitasi PLTS total kapasitas 22 kwp, yang bermanfaat untuk fasilitas umum berupa posyandu, UMKM olahan Perikanan, sekolah PAUD, dan Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan), nelayan dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Perikanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *