Dengan peresmian fasilitas GIS ini, ABB menggarisbawahi komitmennya untuk mendukung upaya Indonesia dalam memperkuat infrastruktur transmisi listrik, meningkatkan keandalan jaringan, dan membantu memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat.

Tangerang, Petrominer – ABB meresmikan fasilitas manufaktur baru yang memproduksi gas-insulated switchgear (GIS) tegangan tinggi di Tangerang. Fasilitas ini dibangun untuk memenuhi peningkatan permintaan pasokan listrik yang dapat diadalkan.

Peresmian pabrik panel listrik bertegangan tinggi tersebut dilakukan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Selasa (9/10). Ini merupakan fasilitas manufaktur keempat yang dibangun ABB di Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, yang juga sebagai bagian dari rencana investasi senilai US$ 30 juta. Sementara fasilitas lainnya memproduksi switchgear tegangan tinggi berinsulasi udara, switchgear tegangan menengah dan rendah.

“Ekspansi terbaru ini menggarisbawahi komitmen berkelanjutan ABB terhadap Indonesia. Fasilitas ini akan mendukung upaya Indonesia untuk memperkuat infrastruktur transmisi listriknya, meningkatkan keandalan jaringan dan membantu memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat,” kata Presiden divisi Power Grids ABB, Claudio Facchin.

Facchin juga menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan pendekatan rekam jejak global dan filosofi ABB untuk menempatkan unit produksi dekat dengan pelanggan. Apalagi, permintaan listrik di Indonesia diperkirakan tumbuh pada kisaran 6,9 persen per tahun. Ini sejalan dengan status Indonesia sebagai negara dengan tingkat populasi terpadat keempat di dunia dan tingkat pertumbuhan ekonomi terbesar dan konsisten di Asia Tenggara.

Menurutnya, unit produksi baru ABB yang dibangun di area seluas 1.000 meter persegi ini akan menghasilkan 170 kilovolt (kV) GIS. Area ini telah memiliki unit manufaktur tegangan menengah, dan fasilitas produksi yang menghasilkan air insulated switchgear (AIS) dan peralatan tegangan tinggi seperti Live Tank Circuit Breakers dan Disconnectors.

GIS merupakan sistem switchgear yang dikemas dalam tabung compact dengan menggunakan bahan bakar gas sebagai media isolasinya. Hal ini memungkinkan penggunaan aman di ruang tertutup dan lingkungan menantang sementara menghemat ruangan secara signifikan. GIS mengendalikan dan memberikan perlindungan terhadap pemadaman listrik serta menjamin kestabilan pasokan listrik yang andal. Selain itu, GIS membantu menjawab tantangan utama urbanisasi, ketersediaan lahan dan harga yang mahal, dengan menggunakan hanya 10 persen dari lahan yang dibutuhkan gardu induk dengan AIS konvensional.

ABB telah memelopori teknologi GIS sejak 50 tahun lalu dan akan terus berinovasi. Sebagai pemimpin pasar dan teknologi terdepan untuk GIS tegangan tinggi, ABB menawarkan kualitas penggunaan GIS 72,5 kV hingga 1200 kV, dengan lebih dari 3.000 titik pemasangan di seluruh dunia. Penawaran terbaru ABB GIS mencakup ekoefisiensi dan kemampuan digital.

“ABB telah bekerja sama dengan PT PLN (Persero) dalam berbagai proyek infrastruktur dan gardu induk, dan fasilitas baru ini akan terus mendukung PLN ke depannya,” jelas Facchin.

Alih Teknologi

Sementara itu, dalam sambutannya, Menteri Perindustrian menyampaikan apresiasi kepada ABB yang telah berinvestasi di Indonesia dan menjadikan salah satu basis produksinya. Hal ini memacu pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, sekaligus menunjukkan kepercayaan dari pelaku industri di dalam negeri yang terus melakukan ekspansi dan menempatkan Indonesia sebagai lokasi menarik untuk berusaha seiring dengan terciptanya iklim bisnis yang kondusif.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan harapannya agar pabrik baru itu mampu memberikan alih teknologi kepada pekerja lokal. Selain itu juga untuk membuka lapangan pekerjaan baru.

“Selanjutnya, kami berharap agar ABB Sakti Industri dapat melakukan alih teknologi supaya daya saing dan kemampuan industri dalam negeri dalam mendukung pembangunan pembangkit listrik lebih meningkat,” kata Airlangga.

Menteri Perindusterian Airlangga Hartanto (tengah) didampingi Presiden Divisi Power Grids ABB Global Claudio Facchin (kedua kiri), Presiden ABB Wilayah Afrika, Timur Tengah, dan Asia Dr. Chuan-Yuan Gu (ketiga kanan), Managing Director ABB Indonesia Michel Burtin (kedua kanan), Presiden Komisaris ABB Indonesia Murdaya Poo (kanan), serta Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Munir Ahmad (kiri) meresmikan fasilitas manufaktur baru gas-insulated switchgear (GIS) di Pabrik ABB Indonesia di Tangerang, Selasa (9/10).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here