,

Pertamina Dorong Rehabilitasi Terumbu Karang di Pulau Pombo

Posted by

Ambon, Petrominer – PT Pertamina (Persero) komitmen untuk mendukung upaya pelestarian biota laut di wilayah Pulau Pombo, khususnya terumbu karang. Apalagi, terumbu karang memiliki peran penting dalam ekosistem laut sebagai media perkembangan biota dan menjadi habitat ikan-ikan. Ini juga sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial Pertamina terhadap lingkungan hidup dan kelestarian keanekaragaman hayati.

Komitmen tersebut direalisasikan dalam program rehabilitasi terumbu karang di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Pulau Pombo, Maluku. Pelaksanaan program dijalankan oleh Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) VIII – TBBM Wayame ini bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku. Program ini fokus pada upaya konservasi dengan teknik transplantasi di beberapa titik terumbu karang di kawasan Pulau Pombo yang mengalami kerusakan.

“Pertamina senantiasa mendukung upaya pelestarian biota laut di wilayah Pulau Pombo khususnya terumbu karang, karena memiliki peran penting dalam ekosistem laut sebagai media perkembangan biota dan menjadi habitat ikan-ikan,” ujar Unit Manager Communication & Relations MOR VIII, Eko Kristiawan, ketika meresmikan konservasi terumbu karang di Pulau Pombo, Kamis lalu (18/1).

Menurut Eko,dalam jangka panjang, terpeliharanya terumbu karang di wilayah Pulau Pumbo dapat berpotensi menjadi objek wisata bawah air yang menjadi destinasi para wisatawan. Dengan demikian, program CSR Pertamina dan kerjasama dengan BKSDA ini dapat memberi manfaat yang berkelanjutan bagi alam sekaligus bagi perkembangan ekonomi melalui pariwisata.

“Program konservasi terumbu karang di Pulau Pombo ini merupakan wujud sinergi dan komitmen Pertamina terhadap upaya konservasi sumber daya alam di wilayah Indonesia Timur,” paparnya.

Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Pulau Pombo terletak di antara Pulau Ambon dan Pulau Haruku dan merupakan kawasan konservasi laut yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sejak tahun 1973. Luas wilayah perairannya mencapai 998 hektar dan saat ini tercatat mengalami kerusakan sebesar 60 persen.

Kerusakan tersebut dipengaruhi oleh faktor perubahan iklim, peningkatan suhu air laut, dan pemutihan karang (bleaching). Namun faktor utama penyebab kerusakan terumbu karang adalah aktivitas manusia seperti penggunaan bom yang mengakibatkan kerusakan parah di beberapa titik.

Sejak Juli hingga Desember 2017, BKSDA Maluku telah melaksanakan program rehabilitasi terumbu karang di kawasan konservasi Pulau Pumbo. Tahapan rehabilitasi terumbu karang yang dilakukan meliputi identifikasi potensi terumbu karang; transplantasi karang yang terbagi menjadi dua kegiatan yaitu pembuatan substrat dan rak serta penanaman karang di laut,; serta monitoring dan evaluasi untuk memastikan pertumbuhan karang dan pembersihan dari benda-benda yang mengganggu pertumbuhan karang.

Adapun jenis karang yang dikembangkan diantaranya karang cabang/acropora, montipora, karang tanduk/staghorn coral, dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *