, ,

Pertamina Kembangkan Minyak Jelantah untuk SAF dan Green Gasoline

Posted by

–

Jakarta, Petrominer – Pertamina Patra Niaga memperkuat ekosistem pengumpulan minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) untuk mendukung pengembangan bahan baku alternatif energi, termasuk Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan Green Gasoline. Inisiatif ini melibatkan masyarakat dan berbagai mitra guna membangun rantai pasok minyak jelantah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Pengumpulan UCO dilakukan melalui sejumlah kanal, termasuk koperasi, dengan menyasar minyak jelantah dari rumah tangga maupun usaha kuliner. Langkah ini ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah sekaligus meningkatkan nilai ekonominya sebagai bahan baku industri energi.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan minyak jelantah memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku energi alternatif yang mendukung agenda transisi energi.

“Pertamina Patra Niaga melihat minyak jelantah memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber bahan baku energi masa depan. Melalui inisiatif pengumpulan ini, kami ingin membangun ekosistem yang melibatkan masyarakat dan berbagai mitra sehingga minyak jelantah dapat dikelola dengan lebih baik dan memiliki nilai tambah. Potensi pemanfaatannya pun tidak terbatas pada pengembangan Sustainable Aviation Fuel, tetapi juga Green Gasoline,” jelas Kitty, Sabtu (31/10).

Karena itu, sistem pengumpulan bahan baku dari masyarakat perlu terhubung dengan kebutuhan industri pengolahan. Ketersediaan pasokan, kelancaran rantai pengumpulan, dan kesiapan teknologi kilang menjadi aspek yang saling berkaitan dalam pengembangan ekosistem tersebut.

“Pengembangan energi masa depan membutuhkan kesiapan ekosistem secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan bahan baku, sistem pengumpulan, hingga kemampuan industri dalam melakukan pengolahan. Karena itu, Pertamina terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar potensi minyak jelantah dapat dimanfaatkan secara optimal dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat maupun industri energi nasional,” jelas Kitty.

Pengelolaan minyak jelantah juga sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yakni mengolah material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi. Selain membuka peluang pengembangan bahan bakar alternatif, pemanfaatan UCO diharapkan mendorong praktik konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab.

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekosistem pengumpulan minyak jelantah sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan SAF, Green Gasoline, dan transisi energi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *