
Jakarta, Petrominer – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi kemitraan industri kecil dan menengah (IKM) pangan dengan pelaku industri menengah dan besar melalui ajang KRISTA InterFOOD 2026. Pameran industri makanan dan minuman tersebut akan digelar di NICE, PIK 2, Banten, pada 4–7 November 2026 .
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, mengatakan pengembangan IKM pangan diarahkan agar mampu masuk ke dalam rantai pasok industri pangan berskala global. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk berbasis sumber daya lokal sekaligus memperkuat daya saingnya di pasar internasional.
“Dalam pameran tersebut, Kemenperin menempati area seluas 120 meter persegi yang akan diisi produk-produk unggulan IKM pangan. Kemenperin juga menghadirkan sejumlah produk peserta kompetisi Indonesia Food Innovation (IFI) 2026 yang tahun ini mengusung tema Intermediate Product Edition,” ujar Reni dalam temu pers di Jakarta, Rabu (28/10).
Dia menjelaskan, program IFI tersebut ditujukan untuk meningkatkan daya saing IKM pangan melalui pengembangan produk antara (intermediate product) berbasis sumber daya lokal. Pengembangan produk ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas, memperpanjang umur simpan, mengurangi kehilangan hasil panen dan pengolahan, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Melalui KRISTA InterFOOD 2026, IFI menjadi wadah bagi pelaku IKM untuk memperkenalkan produk unggulan kepada distributor, pembeli profesional, investor, dan mitra industri, sekaligus membuka peluang kemitraan serta memperluas akses pasar nasional dan internasional,” papar Reni.
Menurutnya, produk antara memiliki nilai strategis karena berpotensi menjadi bagian dari rantai pasok industri, khususnya sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka). Pemerintah juga berharap partisipasi IKM dapat mendorong pelaku usaha lainnya menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan pasar internasional, sekaligus memperhatikan aspek keberlanjutan dan lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Executive Officer Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, memaparkan bahwa KRISTA InterFOOD 2026 kembali digelar untuk ke-27 kalinya sebagai ajang perdagangan dan jejaring bisnis industri makanan dan minuman (Food and Beverage/F&B). Pameran ini mempertemukan produsen, pemasok, distributor, importir, pembeli, serta profesional industri dari Indonesia dan berbagai negara.
“Penyelenggaraan tahun ini diperluas dengan menempati 11 hall dan total area pameran mencapai 60.000 meter persegi,” ungkap Daud.
Pameran tersebut akan diikuti 1.100 peserta, termasuk 100 UMKM, dari 16 negara, yakni Amerika Serikat, China, Prancis, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Inggris, Vietnam, Malaysia, dan Korea Selatan.
Partisipasi internasional juga diperkuat melalui kehadiran Paviliun Amerika Serikat, China, dan Thailand yang membawa total 70 peserta. Penyelenggara menargetkan 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara untuk menjajaki peluang bisnis, membangun kemitraan, memperluas jaringan, serta membuka akses pasar nasional dan internasional.
“Kami optimistis KRISTA InterFOOD 2026 dapat mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global,” ujar Daud.
Industri makanan dan minuman pada tahun ini diharapkan mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,04 persen. Pertumbuhan tersebut membuka peluang bisnis sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap inovasi produk, bahan baku berkualitas, teknologi pengolahan modern, dan solusi untuk memperkuat daya saing industri.








Tinggalkan Balasan