, ,

PLN Alirkan Gas Natuna ke Batam 15 MMSCFD

Posted by

–

Batam, Petrominer – PT PLN (Persero), melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), mulai mengalirkan gas bumi dari Natuna ke Batam dengan volume mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD) melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping, Selasa (27/10). Penyaluran yang berlangsung bertepatan dengan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 ini ditujukan untuk memperkuat pasokan energi primer bagi pembangkit listrik di Batam.

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, mengatakan penguatan infrastruktur dan diversifikasi sumber energi primer menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus meningkatkan kemandirian energi nasional. Menurutnya, optimalisasi sumber daya energi domestik membutuhkan dukungan infrastruktur terintegrasi agar pemanfaatannya lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menggerakkan perekonomian.

“Ketahanan energi dan keandalan listrik merupakan dua hal yang saling berkaitan. Karena itu, PLN terus memperkuat ekosistem energi dari hulu hingga hilir. Keberhasilan pengaliran gas Natuna ke Batam ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pengembangan sumber daya energi dalam negeri dan pembangunan infrastruktur untuk menghadirkan pasokan listrik yang andal, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat kedaulatan energi Indonesia,” ujar Suroso.

Plh. Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, mengatakan pengoperasian jalur pipa tersebut merupakan tindak lanjut penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur WNTS–Pemping. Penugasan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat akses pasokan gas bumi bagi kebutuhan dalam negeri.

“Alhamdulillah, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional ke-81, gas Natuna telah berhasil mengalir ke Batam. Capaian ini menjadi kado bagi kelistrikan nasional sekaligus wujud komitmen PLN EPI dalam menjalankan penugasan pemerintah. Konektivitas WNTS–Pemping membuka akses pemanfaatan gas bumi dalam negeri untuk memperkuat keandalan pembangkit serta mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha,” ujar Rakhmad.

Dalam jangka pendek, pasokan gas melalui jalur tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pembangkit PLN Batam selama pemeliharaan terencana atau turn around (TAR) fasilitas Jambi Merang pada 24 Oktober hingga 3 November 2026.

Sementara itu, untuk jangka panjang, konektivitas WNTS–Pemping akan mendukung kepastian pasokan gas dari Lapangan Mako di Wilayah Kerja Duyung. Lapangan tersebut direncanakan mulai mengalirkan gas pada 2027 dengan volume 111 MMSCFD selama delapan tahun.

”Kehadiran jalur pasokan alternatif ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan pasokan energi primer sekaligus mendukung kontinuitas operasional pembangkit listrik di Batam. Terhubungnya infrastruktur ini juga membuka peluang penyaluran gas dari pengembangan lokasi-lokasi sumber energi gas baru di wilayah Natuna untuk memenuhi kebutuhan domestik,” jelas Rakhmad.

Hak Angkut Gas Pipa

Untuk mendukung operasional pipa WNTS–Pemping, PLN EPI telah memperoleh Hak Khusus Pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) yang berlaku hingga 17 Oktober 2046. Perusahaan juga telah mengantongi Izin Usaha Sementara Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dari Kementerian ESDM pada 26 Oktober 2026.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, mengatakan keberhasilan penyaluran gas tersebut didukung kolaborasi PLN Group dengan pemerintah, mitra kerja, dan tim pelaksana. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur hingga terlaksananya pengaliran gas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *