, ,

Jaga Pasokan Energi, Pertamina Perkuat Tata Kelola

Posted by

Jakarta, Petrominer – Pertamina Patra Niaga memperkuat langkah pengamanan pasokan BBM dan LPG di tengah dinamika geopolitik global yang turut memengaruhi rantai pasok energi, termasuk ketersediaan minyak mentah (crude oil) dan produk energi di pasar global.

Menghadapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga menyiapkan sejumlah alternatif pengamanan pasokan secara cepat dan terukur. Namun, kecepatan dalam merespons perubahan kondisi global tetap diiringi penerapan tata kelola yang baik, transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Sebagai langkah preventif, Pertamina Patra Niaga melakukan konsultasi dengan Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Konsultasi tersebut dilakukan untuk memperkuat aspek pencegahan dalam proses pengambilan keputusan, khususnya ketika perusahaan menghadapi kondisi pasokan yang membutuhkan respons cepat dan adaptif.

“Situasinya boleh extraordinary, tetapi governance kami harus tetap kuat. Justru ketika urgensinya semakin tinggi, kontrol dan tata kelola harus semakin kuat. Kami harus bergerak cepat menjaga ketahanan energi, namun setiap keputusan tetap harus memiliki dasar kebutuhan yang jelas, terdokumentasi, dapat ditelusuri, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Mars Ega, Selasa (22/9)

Pertamina Patra Niaga ingin memastikan bahwa kecepatan operasional berjalan beriringan dengan governance. Ada kebutuhan yang jelas, ada parameter, ada proses persetujuan, ada kontrol, dan seluruh prosesnya terdokumentasi.

“Jadi, ketika kita mengambil keputusan dalam situasi yang dinamis, keputusan tersebut tetap clean, documented, traceable, dan accountable,” tegasnya.

Pertamina Patra Niaga juga memastikan proses pengadaan dan pengamanan pasokan dilakukan berdasarkan kebutuhan operasional serta kepentingan ketahanan energi nasional. Dalam pelaksanaannya, perusahaan menerapkan sejumlah mekanisme pengendalian, mulai dari parameter kebutuhan yang jelas, segregation of duties, persetujuan berjenjang, dokumentasi proses, hingga pengawasan berlapis.

“Prioritas kami adalah memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap BBM dan LPG. Kami akan terus bergerak cepat dan adaptif menghadapi dinamika global, namun seluruh langkah tetap berada dalam koridor hukum dan tata kelola yang kuat. Ketahanan energi harus dijaga, dan integritas tidak boleh dikompromikan,” tambah Mars Ega.

Selain KPK, Pertamina Patra Niaga juga akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengamanan pasokan energi dapat berjalan responsif, transparan, dan tetap dapat dipertanggungjawabkan.

Berjalan Bersama

Sementara Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminudin, mengatakan prinsip pencegahan tetap perlu menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, termasuk dalam kondisi yang membutuhkan respons cepat.

Menurutnya, penguatan aspek pencegahan penting dilakukan sejak awal, terutama dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan sektor strategis dan kepentingan masyarakat luas.

“Pencegahan pada prinsipnya dilakukan dengan membangun sistem dan mekanisme kontrol sejak awal. Karena itu, pembagian kewenangan, pengawasan, transparansi proses, serta dokumentasi menjadi bagian penting untuk memastikan keputusan strategis tetap berada dalam koridor tata kelola yang baik,” jelas Aminudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *