
Kao Barat, Petrominer — PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mengembangkan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi petani di Kecamatan Kao Barat, Halmahera Utara, Maluku Utara. Program pengembangan pertanian modern ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menyukseskan program ketahanan pangan nasional.
Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan NHM Peduli, Irwan Malaka, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya NHM mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi pertanian. Melalui penerapan PM-AAS, program ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian.
“Kami berharap PM-AAS dapat menjadi model pertanian berbasis teknologi yang produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Halmahera Utara dan Maluku Utara,” ujar Irwan dalam keterangan resmi yang diterima PETROMINER, Jum’at (21/8).
Dia menjelaskan, program PM-AAS dikembangkan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi petani, mulai dari keterbatasan modal dan tenaga kerja hingga serangan hama dan penyakit. Model ini mengedepankan mekanisasi dan penerapan teknologi budidaya, termasuk sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan jarak tanam rapat, serta pengelolaan unsur hara, irigasi, dan pengendalian gulma secara lebih intensif.
Sebagian bagian dari program pengembangan tersebut, NHM telah melakukan serah terima Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) Tahap 1 kepada Kelompok Rizki Tani untuk pengembangan padi seluas 10 hektare. Penyerahan dilaksanakan di Desa Soahukum, Kao Barat, Selasa (4/8).
“Pengembangan lahan seluas 10 hektare tersebut berada dalam satu hamparan yang mencakup wilayah administratif Desa Soahukum dan Desa Makarti yang dikelola kelompok tani untuk pengembangan padi,” jelas Irwan.
Program PM-AAS menargetkan produktivitas hingga 10 ton gabah padi per hektar. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, pelaksanaan program disertai pendampingan dan monitoring melalui kerja sama dengan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku Utara guna memastikan penerapan PM-ASS berjalan sesuai petunjuk teknis.
Ketua Kelompok Tani Rizki Tani, Hadi Sugito, mengapresiasi dukungan yang diberikan NHM. Dukungan dan pendampingan ini diharapkan bisa terus berlanjut agar kemampuan serta kemandirian kelompok tani semakin meningkat
“Dengan adanya bantuan ini, kami semakin bersemangat mengelola lahan pertanian dan meningkatkan hasil produksi. Terima kasih banyak untuk NHM dan Presiden Direktur NHM Bapak Haji Robert Nitiyudo Wachjo,” ungkap Hadi.
Melalui pengembangan PM-AAS, NHM berharap Kao Barat dapat berkembang sebagai salah satu sentra komoditas padi berkualitas. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Halmahera Utara dan Provinsi Maluku Utara.









Tinggalkan Balasan