
Bandung, Petrominer — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk., melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), terus memperluas portofolio layanan gas beyond pipeline ke pelanggan industri dan komersial yang belum terjangka jaringan pipa. Pelanggan barunya kali ini adalah PT Bio Farma (Persero) yang memanfaatkan gas bumi untuk fasilitas produksi di Bandung, Jawa Barat.
Fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) di Bio Farma resmi mulai beroperasi, Rabu (15/7). Bagi Bio Farma, ini pertama kalinya memanfaatkan gas bumi dalam operasional produksinya.
“BioFarma berkomitmen untuk menerapkan implementasi prinsip ESG salah satunya melalui pemanfaatan bahan bakar yang rendah emisi dan lebih ramah lingkungan seperti CNG,” ujar Direktur Operasi Bio Farma, Iin Susanti, usai meresmikan operasional fasilitas CNG tersebut.
Sementara Direktur Utama Gagas Energi Indonesia, Santiaji Gunawan, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya PGN Gagas memperluas manfaat CNG ke sektor-sektor esensial yang menopang kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan. Keandalan pasokan energi di fasilitas produksi seperti Bio Farma sangat penting, karena menyangkut kesinambungan produksi yang berdampak langsung pada layanan kesehatan publik.
“Peresmian ini menjadi salah satu langkah konkret dari komitmen berkelanjutan Bio Farma dan PGN Group, sekaligus contoh nyata bagaimana sinergi lintas ekosistem BUMN dapat menghadirkan manfaat langsung bagi efisiensi operasional dan mendukung target lingkungan yang lebih luas,” ujar Santiaji.
Kolaborasi dengan Bio Farma menambah portofolio pelanggan Gaslink (layanan CNG PGN Gagas untuk sektor industri dan komersial) yang hingga Juni 2026 telah melayani lebih dari 600 pelanggan dengan total penyaluran hampir mencapai 11 BBTUD. Untuk kebutuhan operasional Bio Farma, PGN Gagas akan menyalurkan CNG sebesar 300.000 m3 per bulan yang diproyeksikan bisa memberikan efisiensi operasional hingga 40 persen dibandingkan sumber energi yang digunakan sebelumnya.
Bagi PGN Gagas, kerja sama ini memperkuat posisi Gaslink sebagai solusi energi bagi sektor-sektor strategis nasional. Sementara bagi Bio Farma, sebagai produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara dengan produk yang telah digunakan di lebih dari 150 negara, ada kepastian memiliki kebutuhan pasokan energi yang andal untuk menjaga kesinambungan proses produksinya.








Tinggalkan Balasan