
Denpasar, Petrominer – PT PLN (Persero) menandatangani Sponsor Agreement dan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) pada agenda Peresmian Pembangunan PSEL Bali, Rabu (8/7). Ini sebagai dukungan atas inisiatif Pemerintah dalam mendorong transformasi nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Komitmen tersebut ditandatangani PLN selaku offtaker, dengan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) selaku perusahaan induk yang menaungi seluruh entitas pelaksana proyek PSEL di Indonesia, dan PT Weiming Nusantara Bali New Energy selaku Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL Bali.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyampaikan bahwa pembangunan PSEL Bali menjadi langkah penting untuk memperkuat pengelolaan sampah di Pulau Dewata. Bagi Provinsi Bali, pembangunan PSEL menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
“Kalau ini selesai, bukan saja ekosistem lingkungan yang akan bagus, sehat untuk kehidupan masyarakat, tetapi citra pariwisata Bali akan meningkat,” ungkap Koster.
Sementara Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menagatakan transformasi pengelolaan sampah menjadi energi merupakan langkah penting dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui kolaborasi yang kuat, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang memberi manfaat.
“PLN siap mendukung program ini dengan memastikan energi yang dihasilkan dapat terserap secara andal ke dalam sistem kelistrikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas,” ujar Darmawan.
Fasilitas PSEL Bali dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah sebesar 1.200–1.650 ton per hari dengan potensi pembangkitan listrik hingga 30 megawatt (MW). Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan PSEL di 11 lokasi yang ditargetkan mampu mengolah hingga 14.928 ton sampah per hari dengan potensi kapasitas pembangkitan mencapai 310,3 MW.








Tinggalkan Balasan